Fenomena Likuifaksi Muncul Usai Gempa 7 SR Guncang Lombok

Fenomena Likuifaksi Muncul Usai Gempa 7 SR Guncang Lombok
Fenomena likuifaksi di lokasi gempa Lombok, NTB. (Magma Indonesia)

Gempa bumi 7,0 Skala Richter yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu menimbulkan fenomena luar biasa yakni likuifakasi. Fenomena itu adalah tanah yang berubah menjadi lumpur.

Inibaru.id - Nggak hanya mengakibatkan sejumlah bangunan rusak dan korban jiwa, gempa 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8/2018) juga menimbulkan bahaya ikutan. Bahaya tersebut adalah munculnya fenomena retakan tanah (surface rupture) dan likuifaksi (soil liquefaction).

Hal itu disampaikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam pernyataan resminya Jumat (10/8) di laman Magma Indonesia. Berdasarkan penjelasan PVMBG, likuifaksi merupakan suatu proses yang membuat tanah kehilangan kekuatannya dengan cepat karena getaran yang diakibatkan gempa bumi kuat pada kondisi tanah berbutir halus dan jenuh air. Hal ini mengakibatkan tanah berperilaku seperti cairan atau lumpur.

https://magma.vsi.esdm.go.id/img/pr/lombok.JPG

Potret likuifaksi di Lombok. (PVMBG)

Lebih lanjut, likuifaksi berdampak pada penggemburan tanah di bawahnya menjadi sehingga pondasi bangunan bisa patah dan bangunan mudah roboh.

Fenomena ini ditandai dengan munculnya lumpur pasir yang berbutir halus keluar dari retakan tanah atau terkadang sumur air hilang dan berganti menjadi pasir.

PVMBG menambahkan, fenomena likuifaksi yang terjadi di Pulau Lombok murni diakibatkan gempa bermagnitudo 7 SR beberapa waktu lalu. Fenomena ini nggak berkaitan secara langsung dengan aktivitas Gunung Rinjani.

Semoga keadaan Lombok segera pulih, ya, Millens. (MG11/E04)