Gempa Maluku Utara: Dua Orang Tewas, Puluhan Bangunan Rusak Parah

Wilayah Maluku Utara kembali diguncang gempa. BMKG menginformasikan, gempa nggak hanya terasa di Kota Labuha, Gene dan Ternate pun terdampak. Hingga saat ini, tercatat dua korban meninggal dunia dan puluhan gedung rusak parah.

Gempa Maluku Utara: Dua Orang Tewas, Puluhan Bangunan Rusak Parah
Titik gempa bumi di Labuha. (Twitter/infoBMKG)

Inibaru.id - Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Maluku Utara. Menurut akun Twitter @infoBMKG, Senin (15/7/2019) gempa berkekuatan magnitudo 5,3 kembali mengguncang Kota Labuha, Halmahera, Maluku Utara. Diberitakan, gempa terjadi sekitar pukul 17.35 WIB.

Dalam cuitannya, BMKG menyebut pusat gempa berada di 42 kilometer arah timur laut Kota Labuha dengan kedalaman 10 kilometer. Selain di Labuha, gempa juga dirasakan di Gane dan Ternate.

#Gempa Mag:5.3, 15-Jul-19 17:35:25 WIB, Lok:0.46 LS, 127.83 BT (Pusat gempa berada di laut 42 km Timur Laut Labuha), Kedlmn:10 Km Dirasakan (MMI) IV Gane , III Labuha, II-III Ternate #BMKG,” tulis akun twitter @infoBMKG.

Sebelum ini, gempa juga mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan magnitudo 7,2 serta terjadi gempa susulan sebanyak 65 kali. Hingga saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada dua korban jiwa serta lebih dari 2000 orang yang mengungsi di 14 titik pengungsian akibat gempa yang mengguncang wilayah Maluku Utara ini.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status darurat hingga tujuh hari mendatang.

“Hingga saat ini korban jiwa ada dua orang yaitu Ibu Aisyah dengan usia 51 tahun dari Desa Gane Luar dan Ibu Halimah dari Desa Papaceda belum diketahui usianya,” ungkap Kepala Pusdiklat Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo, Senin (15/7).

Agus juga mengatakan saat ini BNPB telah mengerahkan tim reaksi cepat ke lokasi bencana bersama dengan tim survei untuk mendata dampak kerusakan gempa.

“Saat ini tiga tim sudah di Ternate, berangkat pakai speed boat dari Sofifi dilanjut menggunakan jalur darat menuju Saketa. Kami juga mengirim drone untuk inventarisasi dampaknya,” jelas Agus.

Diketahui, gempa besar yang mengguncang wilayah Halmahera telah merusak sebanyak 58 rumah warga serta sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan rumah ibadah. BNPB menginformasikan gempa juga merusak satu gereja dan dua gedung sekolah di Desa Rangga-Rangga.

Sementara itu, di Desa Gane Luar satu masjid dan tiga gedung sekolah ikut mengalami kerusakan berat. Dua jembatan juga ambruk di Desa Gane Barat.

Semoga keadaan cepat membaik dan korban diberi ketabahan. Stay strong untuk sobat Millens di Maluku Utara. (IB18/E04)