Gemar Belanja Barang? Hati-Hati Kena Compulsive Buying Disorder

Gemar Belanja Barang? Hati-Hati Kena <em>Compulsive Buying Disorder</em>
Ilustrasi kalap belanja online. (Trinitywebng)

Belanja barang kebutuhan atau yang disukai memang hal yang wajar. Namun, bila terlalu sering berbelanja hal-hal yang sebetulnya nggak terlalu butuh, bisa jadi kamu terkena compulsive buying disorder.

Inibaru.id – Baju baru Alhamdulillah, 'tuk dipakai di Hari Raya. Orang Indonesia, terlebih generasi '90-an pasti familiar dengan lagu ini. Yap, memang sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia setiap Lebaran mesti memakai baju baru. Alhasil, menjelang Idulfitri, pusat-pusat perbelanjaan pun disesaki orang.

Ada yang cukup membeli satu baju, tapi ada juga yang mesti membeli banyak baju dengan alasan banyak momen yang perlu didatangi. Terlebih lagi sekarang sudah ada kemudahan berupa belanja daring. Tambah mudah dong buat belanja barang.

Belanja satu dua baju sih wajar tapi kalau terus-terusan membeli barang, bisa juga kamu terkena gangguan, Millens. Sebuah studi yang dilakukan Robert La Rose, ahli telekomunikasi yang berasal dari Department of Telecommunication Michigan State University, USA mengemukakan kemudahan-kemudahan berbelanja itu dapat meningkatkan risiko Compulsive Buying Disorder (CBD).

CBD atau shopoholisme adalah gangguan belanja kompulsif yang dapat diartikan sebagai hasrat nggak tertahankan untuk membeli barang secara berlebihan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mendatangkan pengaruh negatif dalam keluarga dan keuangan. Kecanduan ini biasanya sering dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan berbagai emosi negatif.

Tanda-tandanya memang nggak terlihat secara spesifik. Penderita pun nggak dapat menyadari secara langsung. Namun, penderita CBD biasanya akan merasa nggak nyaman atau gelisah bila nggak berbelanja dalam jangka waktu tertentu, kemudian timbul masalah stres hingga depresi. Tanpa sadar, dia membeli setiap barang dan paling konsumtif alias boros.

Nah, perlu hati-hati nih, Millens. Orang yang menderita CBD nggak cuma pengusaha-pengusaha sukses dan selebritis yang banyak uang saja tapi bisa menjangkiti banyak orang.

Oh iya, memburu diskonan bisa jadi bentuk CBD juga, lo. Ini karena penderita CBD biasanya nggak pernah mempertimbangkan barang-barang apa yang perlu dibeli dan nggak alias kalap. Paling parah, penderita CBD bisa kehilangan harta bendanya karena terlalu sering berbelanja bahkan bisa terlilit hutang. Duh, serem ya. (IB07/E04)