Gelombang 3 Covid-19, Sekolah Semarang Daring Lagi

Gelombang 3 Covid-19, Sekolah Semarang Daring Lagi
Ilustrasi: Sekolah Semarang daring lagi, bukannya PTM. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kasus Covid-19 kembali naik. Sejumlah siswa di SMA 5 Semarang juga dinyatakan positif. hal ini membuat Dinas Pendidikan memutuskan kalau sekolah Semarang daring lagi. Sudah tepat?

Inibaru.id – Setelah sempat diperbolehkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sekolah Semarang daring lagi. Mulai Senin (7/2/2022), siswa SD dan SMP di Kota Semarang kembali belajar secara daring di rumah selama 2 minggu, Millens.

Hal ini diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri. Keputusan ini diambil usai kasus penularan Covid-19 di Ibu Kota Jawa Tengah semakin meningkat karena adanya varian Omicron yang menyebar dengan sangat cepat.

“Nantinya, pembelajaran secara daring ini akan diterapkan selama dua minggu. Sedangkan PTM akan kembali diberlakukan sambil menunggu perkembangan kasus Covid-19,” ungkap Gunawan, Kamis (3/2).

Sebenarnya, hingga sejak Kota Semarang menetapkan PTM di sekolah pada Agustus 2021 sampai sekarang, belum ada kasus klaster Covid-19 di sekolah-sekolah. Meski begitu, kali ini Dinas Pendidikan nggak mau ambil risiko yang bisa membuat anak-anak tertular.

Apalagi, pada Kamis (3/2) lalu, terungkap kalau ada 4 siswa dari SMA 5 Kota Semarang yang tertular Covid-19. Hal ini terungkap usai pihak sekolah melakukan tes swab PCR pada Minggu (30/1) lalu. Nah, keempat siswa ini siswa sekelas, Millens.

Meski belum ada klaster, sudah ada laporan siswa terpapar Covid-19 di SMA 5 Semarang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Meski belum ada klaster, sudah ada laporan siswa terpapar Covid-19 di SMA 5 Semarang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Menurut keterangan Kepala SMA 5 Semarang Soleh Amin, seluruh siswa yang positif nggak menunjukkan gejala apapun. Hasil tracing dan tracking ke kelas-kelas lainnya juga menunjukkan hasil negatif. Alhasil, kelas tempat keempat siswa ini langsung nggak mengadakan PTM dan diganti menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pihak sekolah sendiri masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Kota Semarang atau Jawa Tengah soal apakah perlu untuk menutup sekolah atau benar-benar memberlakukan PJJ seratus persen atau nggak.

“Kami masih menunggu instruksi selanjutnya,” ungkap Soleh, Kamis (3/2).

Omong-omong, ya Millens. Sebenarnya, per Kamis (3/2) malam, jumlah kasus Covid-19 di Kota Semarang baru 113 orang saja. Dari seluruh pasien ini, 77 di antaranya adalah warga Kota Semarang. Sementara itu, 36 lainnya berasal dari luar kota. Kalau menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, peningkatan kasus ini kebanyakan disebabkan oleh semakin meningkatnya orang yang mulai mengabaikan protokol kesehatan sekaligus melakukan perjalanan antar-kota.

Hm, kalau menurutmu, apakah keputusan sekolah Semarang daring lagi ini sudah tepat di tengah meningkatnya kasus Covid-19 lagi?  (Idn/IB09/E05)