Geliat Penyuka Vintage di Era Modern

Barang-barang vintage masih diminati hingga kini. Penyuka barang vintage pun kini sudah merambah ke kalangan anak muda.

Geliat Penyuka Vintage di Era Modern
Pasar barang vintage merambah ke kalangan anak muda. (Inibaru.id/Anggita Putri Setra)

Inibaru.id – Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Soekarno. Hal itulah yang mengilhami para pencinta barang kuno seperti Gunawan W. Dia menghabiskan 14 tahun dalam hidupnya untuk mengumpulkan barang-barang yang sering disebut vintage ini.

“Saat itu saya tertarik untuk mengoleksi barang-barang kuno yang waktu dulu nggak bisa saya miliki karena belum bisa saya jangkau,” ujar laki-laki yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil itu.

Gunawan mengaku alasan utamanya mengumpulkan barang-barang antik adalah untuk mengenang sejarah zaman dahulu. Dia menambahkan lebih suka mengoleksi barang yang berbau teknologi seperti mesin tik, radio, jam, mesin jahit, dan mobil tua. Pemilihan barang-barang itu didasari karena barang itu nggak gampang dipalsukan. Menurut Gunawan, hal ini berbeda dengan barang seni seperti keramik atau guci yang susah diukur orisinalitasnya.

Untuk masalah bujet, Gunawan mengungkapkan nggak ada bujet tertentu untuk menyalurkan hobinya. Gunawan menuturkan dirinya biasa menghabiskan bujet sekitar Rp 1 juta dalam seminggu untuk membeli barang-barang vintage.

Sama hanya dengan Gunawan, Bahana Patria Gupta juga tertarik mengoleksi barang-barang vintage. Dia mengungkapkan barang-barang vintage dapat dijadikan media untuk menikmati waktu luang.

“Aku merasa waktu itu berjalan sangat cepat, nah saya pengin melambatkan itu. Barang-barang vintage bisa jadi media untuk itu. Saya juga bisa menikmati waktu luang dengan koleksi saya,” jelas Bahana.

Terkait bujet, laki-laki yang berprofesi sebagai fotografer itu mengaku memiliki bujet khusus. Dia mengungkapkan saat ini dia bisa menghabiskan Rp 2 juta per bulan untuk membeli barang vintage. Wah!

Barang-barang vintage memang nggak sepi penikmat. Saat ini hobi mengoleksi barang vintage bahkan sudah merambah ke anak muda. Nggak sedikit anak muda yang melirik hobi unik ini. Destiobella Esterlita termasuk salah seorang di antara kelompok itu. namun, perempuan asal Jakarta ini lebih menyukai fesyen vintage dibanding barang vintage yang dipajang.

“Aku suka memakai baju-baju ibu dan kakakku yang seleranya zaman dulu, akhirnya sampai saat ini aku suka memakai baju-baju vintage,” kata perempuan yang akrab disapa Destio ini.

Destio merasa nyaman memakai baju-baju vintage. Kendati demikian, ada juga sejumlah orang yang mengatakan gaya Destio norak. Namun, dia tetap percaya diri mengenakan baju itu.

Beda Destio, beda Bonna. Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang ini lebih menyukai motor vintage ketimbang fesyen vintage. Pemilik Honda CB 100 ini mengaku ada rasa yang berbeda saat menunggangi motor kuno.

“Rasanya beda saja kalau naik motor klasik, senang sih punya motor ini, seru,” jelas Bonna.

Kecintaannya dengan motor klasik berawal dari motor peninggalan kakeknya yang nganggur di rumah. Berhubung kondisi motor itu masih bagus tapi hanya teronggok di rumah, akhirnya Bonna memutuskan untuk menggunakannya.

Saat ini barang vintage memang nggak hanya dinikmati kalangan orang tua, tapi merambah ke semua kalangan. Oleh sebab itu, banyak pasar barang vintage yang bisa sobat Millens temui baik secara offline maupun online. (IF,MEI/GIL)