Gelar Konser Musik Indoor Boleh, Outdoor Tahan Dulu

Gelar Konser Musik Indoor Boleh, Outdoor Tahan Dulu
Konser outdoor belum diperbolehkan ya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Meski PKM Kota Semarang belum dicabut, tapi menggelar konser sudah diperbolehkan dengan berbagai penyesuaian. Eits, konser musik yang dimaksud hanya untuk yang digelar secara indoor ya.

Inibaru.id - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) jilid 4 di Kota Semarang tampaknya belum menjadi yang terakhir. Karena kasus Covid-19 belum turun bahkan makin buruk, PKM akan terus diberlakukan sampai tenggat waktu yang belum diketahui.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengumumkan jumlah pasien positif saat ini naik hingga 718 orang. Total pasien sembuh sebanyak 934 sementara pasien meninggal mencapai 135 orang.

Hendi menegaskan nggak akan mengakhiri PKM kalau masyarakat masih bandel. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Hendi menegaskan nggak akan mengakhiri PKM kalau masyarakat masih bandel. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Perpanjangan perwal berikutnya tanpa periode. Kalau ada hal yang sangat mendesak untuk menyelesaikan PKM, semisal angka menurun bisa saja PKM dihapus," jelas Hendi saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Minggu (7/6).

Meski begitu, Hendi, panggilan akrabnya mengatakan kalau Pemkot akan memperlonggar beberapa aturan. Salah satunya dengan mengizinkan konser musik indoor. Tentu saja penyelenggara harus mematuhi protokol yang berlaku seperti kapasitas. Mengenai gelaran musik outdoor, kewenangan ada di tangan kepolisian.

Untuk pertunjukan musik yang dibolehkan hanya yang indoor, untuk outdoor menunggu dari surat edaran pihak kepolisian. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Untuk pertunjukan musik yang dibolehkan hanya yang indoor, untuk outdoor menunggu dari surat edaran pihak kepolisian. (Inibaru.id/ Audrian F)

"Sampai hari ini belum ada instruksi dari kepolisian untuk izin keramaian di outdoor," tuturnya.

Selain konser, pernikahan juga sudah boleh digelar. Tapi semua kelonggaran ini bisa saja dicabut dan PKM kembali diperketat kalau masyarakat bandel dan nggak mengindahkan aturan. Dia bahkan menyinggung akan menerbitkan pasal baru jika angka Covid-19 di Kota Semarang terus naik.

Hayo, siapa nih yang masih bandel? (Audrian F/E05)