Ganjar Pranowo Jelaskan Alasan Jawa Tengah Belum Ajukan PSBB

Ganjar Pranowo Jelaskan Alasan Jawa Tengah Belum Ajukan PSBB
PSBB belum diterapkan di Jawa Tengah (Inibaru.id/ Audrian F)

Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) menjadi kebijakan yang banyak dipilih di beberapa kota dengan kasus virus corona yang cukup tinggi. Hanya, Jawa Tengah belum menerapkannya. Berikut penjelasan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait dengan hal ini.

Inibaru.id  - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkap alasan mengapa wilayah Jateng belum mengajukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Ganjar, nggak seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten yang memberlakukan PSBB karena kasus Covid-19 di daerah tersebut sangat tinggi, kasus di Jawa Tengah masih cenderung landai. Meski begitu, Jawa Tengah menempati peringkat nomor enam tingkat kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia.

Sampai saat ini, total kasus virus corona di Jawa Tengah yang terkonfirmasi sebanyak 203 orang, 25 di antaranya meninggal dan 19 sembuh. 

"Belum (ajukan PSBB). Kita lagi siapkan dengan baik, agar kita mantap betul, mulai dari bagaimana percepatan persebarannya. Tapi, kita lebih hati-hati betul menghitung semuanya," kata Ganjar pada Selasa (14/4/2020).

Hitungan yang dimaksud Ganjar adalah dukungan atau bantuan pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam hal sistem logistik, transportasi umum, dan keuangan.

"Jadi PSBB bukan tujuan, tapi mesti dihitung secara matematis, statistik secara epidemologis. Kami perlu pakar untuk membantu," kata Ganjar.

Selain itu, Ganjar menyebut belum ada kabupaten maupun kota di Jawa Tengah yang meminta untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Kecamatan (PSBK).

Jawa Tengah masih melakukan pendataan masyarakat sebelum memutuskan untuk menerapkan PSBB atau tidak (Inibaru.id/ Audrian F)
Jawa Tengah masih melakukan pendataan masyarakat sebelum memutuskan untuk menerapkan PSBB atau tidak (Inibaru.id/ Audrian F)

Saat ini Jawa Tengah sedang mematangkan pendataan masyarakat sebagai salah satu skenario teknis pemberian bantuan.

 "Sampai akhir April akan kita eksekusi soal bantuan. Agar kita menyiapkan skenarionya. Termasuk ketika kita mengajukan atau menuju PSBB, kota mana, kabupaten mana, kecamatan desa kita hitung betul," jelas Ganjar.

Ada satu hal lain yang juga sedang diupayakan Ganjar, yaitu soal pendataan warga Jateng yang saat ini berada di Jabodetabek. Pendataan tersebut dibutuhkan untuk penyaluran bantuan. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk percepatan pendataan tersebut.

"Harapannya tidak ada warga yang mudik, jadi tidak ada orang yang berpotensi untuk membawa virus itu ke asalnya. Kita bantu Jakarta, Jabar, agar semua berjalan. Ini komunitas warga Jateng di Jakarta dan Jabar juga sudah mendata," pungkasnya.

Menurut kamu, Jawa Tengah lebih baik mengajukan PSBB atau nggak nih, Millens? (Kom/MG29/E07)