Ganjar Nggak Ingin Lagi Ada Sekolah yang Menahan Ijazah Siswa

Ganjar Nggak Ingin Lagi Ada Sekolah yang Menahan Ijazah Siswa
Gubernur Ganjar Pranowo menegaskan sekolah nggak boleh lagi menahan ijazah siswa. (Inibaru.id/Audrian F)

Kasus penahanan ijazah siswa oleh pihak sekolah terjadi di Solo. Ganjar yang mendapatkan aduan terkait hal ini langsung meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pengecekan. Dia juga nggak ingin kasus ini terjadi lagi.

Inibaru.id – Usai mendengar aduan dari masyarakat tentang penahanan ijazah oleh sejumlah sekolah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Jateng) mengeceknya. Dia nggak ingin lagi ada sekolah yang menahan ijazah siswa.

“Dinas pendidikan dan Kebudayaan sudah saya minta untuk mengecek ke sekolah. Ada beberapa ijazah yang belum diambil. Biar kita tahu, berapa banyak dan apa penyebabnya,” ucap Ganjar pada Senin (7/9/2020).

Kasus penahanan ijazah oleh pihak sekolah baru-baru ini terjadi di Solo. Orang tua siswa yang mengalami hal ini kemudian mengadukannya ke media sosial Ganjar. Penyebabnya adalah karena sang orang tua belum mampu melunasi biaya administrasi.

Sang orang tua siswa mengaku berasal dari keluarga yang kurang mampu dan sudah berjanji akan melunasi dengan cara mencicil.

“Saya langsung minta pengecekan kasus ini. Pihak sekolah justru mengaku nggak menahan ijazah dan memperbolehkan orang tua untuk mengambil. Pas ditanya soal utang ke sekolah, saya bilang Gubernur akan membereskan. Yang penting ijazah siswa nggak ditahan,” tegas Ganjar.

Ganjar telah beberapa kali membantu siswa yang mengalami masalah penahanan ijazah oleh pihak sekolah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ganjar telah beberapa kali membantu siswa yang mengalami masalah penahanan ijazah oleh pihak sekolah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ternyata, Ganjar telah beberapa kali mendapatkan aduan terkait dengan penahanan ijazah sekolah. Sebelumnya, dia telah menyelesaikan masalah administrasi oleh beberapa siswa di tingkat SMA/SMK, SLB negeri, SMP, hingga beberapa siswa sekolah swasta.

“Yang swasta ini sulit. Kalau (sekolah) negeri misalnya SMP saya tinggal minta ke pemerintah kota/kabupaten untuk menyelesaikan. Kalau sulit baru saya bantu. Kalau (sekolah) swasta ini sulit. Siswa ini harus bayar,” ceritanya.

Meski mengaku nggak masalah melunasi kekurangan biaya administrasi para siswa yang ditahan ijazahnya oleh pihak sekolah, Ganjar ingin semua pihak, termasuk sekolah swasta untuk memperhatikan para siswa nggak mampu. Selain itu, pihak sekolah juga diperbolehkan untuk menghubunginya untuk mengatasi masalah ini.

Sebenarnya, kasus penahanan ijazah akibat siswa yang belum melunasi biaya administrasi sudah sering terjadi, ya Millens. Kalau menurut kamu, ada nggak ide agar masalah seperti ini nggak lagi terulang di masa depan. (Lin/IB09/E05)