Jangan Di-bully! Ini Gambaran Perasaan Perantau yang Nggak Bisa Mudik Waktu Lebaran

Jangan Di-<em>bully!</em> Ini Gambaran Perasaan Perantau yang Nggak Bisa Mudik Waktu Lebaran
Nggak bisa pulang waktu lebaran sungguh menyedihkan. (shutterstock)

Mudik untuk berlebaran adalah momen yang paling ditunggu semua perantau. Namun bagaimana dengan mereka yang nggak bisa pulang karena pelbagai hal?

Inibaru.id - Selain bisa bertemu dengan sanak keluarga, mudik juga bisa menyegarkan pikiran dari penatnya rutinitas.

Namun bagaimana dengan keadaan orang-orang yang nggak bisa mudik karena beberapa hal yang memaksanya untuk tetap tinggal di tanah perantauan? Begini kira-kira yang mereka rasakan.

Resah Kalau Teman-Teman Bercerita Soal Lebaran dan Mudik

Dalam hal ini mereka menjadi serba sensitif jika mendengar orang berbicara tentang lebara atau mudik. Alasannya apa lagi kalau bukan karena nggak bisa mewujudkan keinginan itu.

Jadi ada semacam angan yang nggak tercapai sehingga dampaknya omongan soal mudik lebaran begitu menyinggung perasaan.

Nggak Pulang Karena Terpaksa Bukan Sengaja

Anak-anak perantauan nggak pulang mungkin karena ada hal-hal tertentu yang menghambatnya. Seperti waktu libur kuliah yang nggak terlalu panjang untuk pulang ke tempat asal yang jaraknya jauh dan memakan biaya mahal. Kemudian hal-hal lain seperti pekerjaan dan lain sebagainya. Karena itulah, dengan sangat terpaksa anak-anak perantauan ini harus rela nggak mudik. Hal itu juga yang bisa bikin sedih.

Kesepian Mendatangi Karena Penghuni Kamar Kos Satu Per Satu Mudik

Menjadi salah satu orang yang nggak bisa mudik membuat mereka menjadi orang yang mau nggak mau tinggal di kosan meskipun itu lebaran. Pasalnya semua penghuni kosan pasti balik ke kampung halaman masing-masing dan membuat suasana sepi.

Pada Hari-H Lebaran, Galau Semakin Menjadi

Terlebih pada hari-H lebaran, kesedihan pasti semakin menjadi-jadi. Gema suara takbir, lalu-lalang orang-rang yang saling bermaaf-maafan samapai acara tv bisa mengingatkan kerinduan akan kampung halaman. Sedih.

Teringat Masakan Ibu di Kala Lebaran

Jangankan saat lebaran, saat sehari-hari saja kerinduan dengan masakan ibu selalu ada. Apalagi pada momen lebaran. Momen yang selalu membekas di ingatan berikut dengan masakan-masakan yang terhidang di meja makan.

Mendengar Suara Ayah dan Ibu Cuma Satu-Satunya Cara Membunuh Rindu

Yah, mau bagaimana lagi. Cuma lewat panggilan suara atau video yang bisa diperbuat untuk bertemu dan mendengar suara ibu dan ayah. Perasaan anak rantau pasti campur aduk di saat seperti ini.

Mungkin dari sekian balada anak rantau, nggak bisa mudik lebaran merupakan momen paling nyesek. Hmm, semoga tetap kuat ya. Yang nggak kalah penting, jangan ikutan mem-bully temanmu yang nasibnya seperti ini ya, Millens. (IB28/E05)