Gadis Ini Seharian Gantikan Menteri Yohana

Dalam sehari, posisi Menteri PPPA tidak dipegang Yohana Yambise, melainkan remaja perempuan asal Sumut bernama Ayu Juwita.

Gadis Ini Seharian Gantikan Menteri Yohana
Ayu Juwita (dua dari kanan), gadis asal Sumatra Utara yang tengah memimpin rapat dalam kapasitas sebagai pengganti Menteri PPPA Yohana Yambise. (Ikhwan Yanuar/viva.co.id)

Inibaru.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise resmi diganti. Yang mengejutkan, ia digantikan oleh seorang gadis muda asal Sumatra Utara (Sumut) kala memimpin rapat pada Rabu (11/10/2017)

Tak hanya menteri, posisi sekretaris menteri, deputi, dan asisten deputi juga diganti dalam rapat yang diselenggarakan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) itu. Eits, tapi jangan panik dulu, karena “reshuffle” ini hanya berlaku sehari.

Ayu Juwita adalah sosok gadis yang beruntung menggantikan posisi Yohana Yambise hari itu. Gadis asal Sumut itu terpilih sebagai menteri sehari di KPPPA. Ia menjabat posisi itu dalam acara yang diadakan Plan International Indonesia.

Program tersebut diselenggarakan untuk memperingati Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girls. Tak hanya menjabat menteri, Ayu, sapaan akrabnya, juga berkantor di KPPPA dalam sehari itu.

Gadis berjilbab ini bahkan memimpin rapat pimpinan bersama sekretaris menteri, deputi, dan asisten deputi, yang juga diisi oleh anak muda.

Dilansir dari Tribunnews, Country Director Plan International Indonesia, Myrna Remata Evora, mengatakan, acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Anak Perempuan Internasional.

Myrna menambahkan, peringatan ini merupakan momentum tepat bagi semua pihak untuk memperkuat upaya pemberdayaan dan perlindungan anak perempuan, terutama dalam mendukung pencegahan perkawinan anak.

“Hal ini juga merupakan bentuk dukungan kami untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke lima," ungkap dia, Kamis (12/10) lalu.

Ia menerangkan, acara bertajuk “Sehari Jadi Menteri” tersebut diikuti oleh 21 anak dan kaum muda terpilih, dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Mereka terpilih setelah mengikuti proses seleksi yang melibatkan KPPPA dan didukung oleh UNICEF serta Aliansi AKSI," terangnya.

Dalam kesempatan langka tersebut,  seluruh peserta yang turut berpartisipasi dalam program tersebut berhak dalam setiap pengambilan keputusan, terkhusus pada hal-hal yang berkaitan erat dengan kehidupan anak perempuan.

Myrna berharap, melalui kegiatan ini, Plan International Indonesia bisa memberikan kesempatan bagi anak Indonesia, terutama anak perempuan, untuk belajar menjadi pemimpin.

"Hal ini sesuai dengan komitmen Plan International untuk memastikan anak perempuan di seluruh dunia dapat belajar, memimpin, memutuskan, dan berkembang dengan baik," tandas dia. (GIL/SA)