Foto Selfie KTP Diperjualbelikan di Facebook, Apa Bahayanya?

Foto Selfie KTP Diperjualbelikan di Facebook, Apa Bahayanya?
Data selfie KTP belakangan diperjualbelikan di Facebook. Hal ini bisa disalahgunakan orang nggak bertanggungjawab. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Di Facebook, foto selfie KTP diperjualbelikan. Hal ini ternyata cukup berbahaya, lo, Millens. Bisa jadi disalahgunakan orang lain. Seperti apa sih bahayanya?

Inibaru.id – Belakangan ini warganet ramai membahas foto selfie KTP diperjualbelikan di Facebook. Mengingat selfie KTP bisa dipakai untuk banyak keperluan, hal ini tentu cukup meresahkan, kan, Millens. Lantas, sebenarnya seperti apa sih bahayanya kalau sampai tersebar?

Salah satu akun yang mengunggah gambar tentang foto-foto selfie KTP yang diperjualbelikan di Facebook ini adalah akun Twitter @cryptovasi. Dia pun meminta siapa saja untuk waspada dengan kebocoran data pribadi ini karena bisa saja disalahgunakan oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab.

Sebagai contoh, selfie KTP dan data KTP yang jelas adalah persyaratan untuk mendapatkan pinjaman online (pinjol) atau pinjaman bank. Keduanya adalah data yang diperlukan untuk verifikasi lembaga keuangan atau instansi lainnya.

Melihat kasus ini, pakar teknologi dari PT Digital Forensic Indonesia (DFI) Ruby Alamsyah pun angkat bicara. Dia menyebut sistem dan regulasi keamanan digital di Indonesia kurang baik dan perlu ditingkatkan. Jika nggak, maka bakal sering terjadi kasus kebocoran data pribadi seperti ini dan masyarakat pun akan berisiko mengalami kerugian.

“Dampak negatifnya jauh lebih banyak alias banyaknya terjadi kebocoran data,” ujar Ruby.

Banyak pinjaman online yang menyalahgunakan data KTP yang diperjualbelikan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Banyak pinjaman online yang menyalahgunakan data KTP yang diperjualbelikan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sebagai contoh, sudah mulai bermunculan kasus orang yang nggak mengajukan pinjaman online namun ditagih oleh debt collector. Kebanyakan disebabkan oleh selfie KTP-nya disalahgunakan oleh orang lain untuk mengajukan pinjaman tersebut.

“Orang segampang itu bisa mengajukan pinjaman atas nama orang lain yang didapat dengan foto tersebut,” terang Ruby.

Melihat tingginya risiko ini, Ruby menyarankan peninjauan ulang sistem verifikasi dengan selfie KTP. Apalagi, selama ini penggunaan e-KTP sebagai satu-satunya sistem data penduduk ternyata nggak berjalan dengan baik di lapangan.

Hal ini berbeda dengan contohnya, social security number yang sudah diadopsi Amerika Serikat. Sistem ini hanya memakai satu nomor data untuk semua data. Ditambah dengan regulasi yang berjalan dengan baik dan sistem keamanan yang kuat, keamanan data penduduk pun dijamin. Otomatis, kasus penyalahgunaan data pribadi pun nggak ditemukan.

Kita belum bisa memastikan apakah data kita memang sudah bocor atau belum ya, Millens. Hanya, untuk sementara sebaiknya kita nggak sembarangan meminjam uang secara daring, apalagi di pinjaman online ilegal. Risikonya terlalu besar, termasuk bocornya data pribadi kita yang bisa saja disalahgunakan oleh orang lain. (Kom/IB09/E05)