Firli Terpilih Jadi Ketua, Saut dan Tsani Langsung Mundur dari KPK

Firli Terpilih Jadi Ketua, Saut dan Tsani Langsung Mundur dari KPK
Saut Situmorang mundur dari KPK. (Media Indonesia/Rommy Pujianto)

Setelah secara kontroversial DPR memutuskan Firli Bahuri menjadi Ketua KPK 2019-2023, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Penasihat KPK Tsani Annafari justru memilih mundur dari jabatannya. Apa alasannya?

Inibaru.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Keputusan itu membuat Wakil Ketua KPKSaut Situmorang memilik mundur dari jabatannya sebagai salah seorang pimpinan lembaga antirasuah itu.

Keputusan Saut untuk mundur dituangkan dalam surat elektronik yang dikirim ke seluruh pegawai KPK pada hari ini, Jumat (13/9/2019). Dalam pos-el ini, Saut menyebut akan menyelesaikan dua kali kegiatan sebelum benar-benar hengkang dari KPK. Kegiatan tersebut adalah acara Jelajah Dongeng Anti Korupsi yang diadakan 14-15 September 2019 di Yogyakarta.

Selain lewat surel, Saut juga mengucapkan salam perpisahan secara langsung ke berbagai pihak di KPK.

“Setelah hampir empat tahun kita berjuang bersama. Saya tahu pasti ada beberapa rekan di sini yang sebel dengan style saya,” candanya seperti ditulis laman CNN Indonesia, Jumat (13/9).

Saut juga meminta Wadah Pegawai (WP) KPK agar tetap melakukan tugasnya sebaik mungkin, termasuk dalam hal mengawal kasus Novel Baswedan yang hingga saat ini belum jelas penanganannya.

“Untuk Mas Yudi, (Ketua Wadah Pegawai KPK), tetaplah konsisten. Kunci sepeda saya sumbangkan untuk doa dan harapan agar pelaku kejahatan atas nama Novel bisa segera ditemukan,” ucap Saut.

Baca Juga: Firli Bahuri Jadi Ketua KPK 2019-2023, Berikut Profil dan Kontroversinya

Sebagai informasi, Saut memang menyelenggarakan sayembara dengan menjanjikan hadiah sepedanya jika sampai ada yang bisa mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Sebelum ini, Saut mengadakan konferensi pers yang isinya mengungkap pelanggaran etik berat yang pernah dilakukan Firli Bahuri. Bahkan, pada Rabu (11/9) kemarin, KPK secara resmi melayangkan surat ke Komisi III DPR untuk mengungkap hal ini. Hanya saja, DPR tetap memilih Kapolda Sumatera Selatan tersebut sebagai Ketua KPK yang baru.

Keputusan untuk mundur dari KPK juga dilakukan Penasihat KPK Tsani Annafari. Secara tegas, keputusan mundur ini sesuai dengan janjinya jika pimpinan KPK 2019-2023 adalah orang-orang dengan label bermasalah. Rencana pengundururan diri itu bahkan sudah diungkap sejak proses seleksi capim berlangsung.

"Saya sudah siap mundur. Surat sudah dibuat sejak kemarin dan label bermasalah itu akan menempel pada pimpinan periode ini dengan pengunduran diri saya," ujarnya.

Kalau menurut Millens, apakah kondisi KPK memang akan semakin memburuk setelah kejadian ini? (IB09/E04)