Fill The Space, Refleksi Masyarakat Digital dalam Karya Seni

Fill The Space, Refleksi Masyarakat Digital dalam Karya Seni
Suasana dalam gedung pameran Fill The Space. (Panitia Fill the Space)

Berlatar belakang keresahan terhadap masalah yang terjadi di masyarakat, mahasiswa DKV UNNES menggelar pameran bertajuk Fill The Space.

Inibaru.id – Mendekatkan yang jauh, tapi menjauhkan yang dekat. Kalimat itu mungkin sering kamu dengar ya, Millens. Kerap kali kalimat itu digunakan untuk menyindir "generasi menunduk" yang lebih asyik dengan ponselnya hingga mengabaikan orang di sekitarnya.

Kondisi itu menimbulkan keresahan bagi sebagian orang termasuk mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Semarang (Unnes). Mereka kemudian menuangkan refleksi tentang kondisi itu pada sebuah karya seni. Kumpulan karya ini lantas dipamerkan pada sebuah acara bertajuk "Fill the Space" beberapa waktu lalu.

Ada sekitar 36 karya seni yang dipajang dalam pameran yang digelar di Gedung Widya Mitra, Semarang. Dari jumlah tersebut, 28 di antaranya berupa karya dua dimensi. Sementara itu, delapan lainnya berupa karya instalasi.

Salah seorang seniman menjelaskan maksud karya seni buatannya kepada pengunjung. (Panitia Fill the Space)

Salah satu karya yang cukup menarik perhatian pengunjung adalah karya milik Sugeng Suminto. Lewat karya tersebut, dia pengin menyampaikan bila gawai bisa mengurangi waktu seseorang bersama keluarganya.

Oh iya, nggak hanya memamerkan karya seni, pameran itu juga diisi dengan artist talk dari komunitas lettering dan calligraphy Semarang Coret. Para pengunjung berdiskusi bersama komunitas ini mengenai seni lettering dan calligraphy.

Yap, teknologi memang sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari. Namun, jangan sampai kamu mendewakan teknologi sehingga melupakan lingkungan di sekitarmu, Millens. Jadi, perkembangan teknologi ini harus disikapi secara bijak ya. (IB18/E04)