Fenomena “Super Blue Blood Moon”, MAJT Akan Gelar Salat Gerhana

Fenomena langka “Super Blue Blood Moon” akan terjadi pada 31 Januari. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan melakukan pengamatan bulan sekaligus menggelar Salat Sunah Gerhana secara berjamaah.

Fenomena “Super Blue Blood Moon”, MAJT Akan Gelar Salat Gerhana
Super-blue blood Moon. (Tass/Vladimir Smirnov)

Inibaru.idMillens, sudah dengar kan bahwa akan ada fenomena “Super Blue Blood Moon” pada 31 Januari ini? “Super Blue Blood Moon” merupakan Supermoon yang terjadi bertepatan dengan gerhana bulan total, yakni matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus.

Pada saat yang sama, terjadi pula blue moon, yaitu purnama yang muncul untuk kedua kalinya dalam satu bulan kalender. Sementara itu, penyebutan blood moon dikarenakan ketika bulan tertutup bayangan bumi, bulan akan tampak kemerahan seperti darah.

Tiga kejadian berbeda yang terjadi pada saat yang sama ini merupakan kejadian langka, lo. Tiga fenomena ini terjadi bersamaan terakhir kali pada 152 tahun yang lalu.

Dikutip dari situs Bmkg.com, Kepala BMKG, Prof Dwikorita Karnawati menjelaskan, pengamatan bulan di Indonesia dapat dilakukan di daerah perbatasan mulai dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga daerah yang berada di sebelah barat Sumatera, yaitu melintas di Samudera Hindia. Ini merupakan zona bulan terbit saat fase gerhana penumbra terjadi.

Baca juga:
Penyandang Disabilitias asal Pekalongan Dapat Tawaran Beasiswa Sekolah Desain
Menyimak Kehidupan Pribadi Ganjar dalam Novel "Anak Negeri"

Fenomena langka ini menarik perhatian jutaan masyarakat. Sejumlah tempat yang dipastikan bakal menggelar nonton bersama (nobar) Super Blue Blood Moon di antaranya Makassar dan Bukit Tinggi.

Gelar Salat Gerhana

Tim Observasi Bulan (TOB) Pascasarjana UIN Walisongo Semarang bersama Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) juga berencana menggelar pengamatan gerhana bulan total tersebut. 

Selain melakukan pengamatan fenomena bulan, TOB Pascasarjana UIN dan THR MAJT juga menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan Salat Sunah Gerhana. Mereka mengajak masyarakat untuk mengamati fenomena tersebut sekaligus melaksanakan salat gerhana di bawah payung elektrik MAJT atau biasa disebut Plaza MAJT.

"Plaza MAJT adalah tempat paling strategis untuk melaksanakan salat sekaligus pengamatan gerhana bulan," papar Ahmad Izzuddin, Koordinator THR Menara Al-Husna MAJT, Senin (29/1/2018), seperti ditulis Sindonews.com.

Ahmad menambahkan, anggapan ini didasarkan pada prediksi gerhana yang besar kemungkinan bakal terlihat lebih bagus dari sisi Timur-Utara. Nah, dari sisi tersebut, Plaza MAJT terbilang bebas dari penghalang apapun, sehingga akan memudahkan pengamatan.

Dia menambahkan, pengecekan lokasi dan pemantauan kondisi cuaca akan terus dilakukan guna memastikan kegiatan tersebut berjalan lancar.

Sedangkan untuk mendukung kegiatan ini, peralatan pengamatan telah dipersiapkan. MAJT menyediakan teleskop, binokuler, dan peralatan lain yang didatangkan dari UIN Walisongo dan Kantor Kemenag Jateng.

Gerhana bulan diperkirakan bakal terjadi mulai pukul 18.48 hingga 22.11 WIB. Sementara, puncak gerhana akan terjadi pukul 20.29.46 WIB selama 16 menit. Saat terjadi puncak gerhana, bulan akan tampak berwarna merah.

Terlepas dari betapa menariknya fenomena ini, BMKG meminta masyarakat mewaspadai tinggi pasang maksimum yang mungkin terjadi selama gerhana yang bisa mencapai 1,5 meter, sebagai pengaruh gravitasi bulan dengan matahari.

Baca juga:
Sambung Hidup, Opi Jadi Mbak Jamu Sepulang Sekolah
Berbagi Ruang Kerja dengan Flexible Office

Surut minimum pada 30 Januari-1 Februari 2018 bahkan dapat mencapai -100-110 di pantai pesisir, di antaranya wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.

Ayo, Millens, jangan sampai ketinggalan ya. Yang di Semarang, jangan lupa merapat ke MAJT! (AYU/GIL)