Fenomena Hujan Es Jogja, BMKG: Bisa Terjadi Lagi

Fenomena Hujan Es Jogja, BMKG: Bisa Terjadi Lagi
Jogja kemarin dijatuhi hujan es. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Hujan es yang terjadi di Yogyakarta pada Rabu (3/3/2021) lalu menghebohkan jagat dunia maya. Analis BMKG Yogyakarta Sigit Hadi Prakosa memaparkan bagaimana hujan es bisa terjadi di negara tropis seperti Indonesia.

Inibaru.id - Hujan es di Yogyakarta bikin geger warganet. Bagaimana nggak, hujan es biasanya terjadi di kawasan yang cenderung dingin atau di negara empat musim, bukanya di Indonesia. Meski begitu, terkadang hal ini memang bisa terjadi di wilayah tropis. Lantas, apa ya penyebab fenomena hujan es Jogja kemarin?

Di kawasan Kotabaru, Kota Yogyakarta dan Turi, Sleman, pada Rabu (3/3/2021) sekitar pukul 13.20, berlangsung hujan es dan angin kencang. Warganet pun langsung merekam fenomena langka tersebut dan mengunggahnya di media sosial. 

Kepala Kelompok Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Sigit Hadi Prakosa memberikan penjelasan terkait dengan fenomena hujan es yang melanda Yogyakarta.

"Betul ini hujan es kedua di Jogja dalam minggu ini. (Berdasarkan) laporan dari masyarakat, Selasa kemarin hujan es di Turi lalu hari ini di Kotabaru dan Turi," kata Sigit.

Hujan es mungkin akan terus turun sampai April. (Pixabay)<br>
Hujan es mungkin akan terus turun sampai April. (Pixabay)

Meski langka, ternyata ada kemungkinan fenomena hujan es bakal kembali terjadi hingga April mendatang. Wilayah seperti Kota Yogyakarta, Sleman bagian utara, serta Kulonprogo bagian utara berpotensi kembali mengalaminya.

Lantas, bagaimana bisa fenomena hujan es berlangsung di wilayah tropis? Kalau menurut Sigit, sebenarnya hal ini adalah fenomena biasa. Di musim pancaroba seperti sekarang ini, cuaca cenderung labil dan hangat. Ditambah dengan pengaruh pemanasan bumi akibat paparan sinar matahari, terjadi pendinginan uap air di atmosfer.

"Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi, maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai menyentuh level membeku (freezing level). Di fase inilah, terbentuk kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar," ujarnya.

Hujan es akan terjadi di beberapa wilayah di Jogja. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Hujan es akan terjadi di beberapa wilayah di Jogja. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Saat awan sudah 'matang' dan nggak mampu lagi menahan berat uap air, akhirnya terjadilah hujan lebat disertai es. Meski begitu, es yang turun bukanlah dalam bentuk bongkahan besar. Karena mengalami gesekan dengan udara, sebagian bongkahan es mencair atau pecah menjadi ukuran yang lebih kecil.

Hujan Es Terjadi di Musim Pancaroba

Selain itu, Sigit juga memaparkan tanda-tanda sebelum terjadinya hujan es. Pertama, hujan es seringkali terjadi di musim pancaroba sekitar Maret dan April. Kemudian, hujannya juga nggak merata alias sporadis lokal.

"Karena di bulan Maret biasanya tanda-tandanya sudah ada seperti pancaroba, cuaca panas, suhu meningkat, cuaca cenderung cerah dan terik kemudian hujan yg terjadi tidak merata bersifat sporadis lokal," katanya.

Terakhir, hujan es ini biasanya akan terjadi siang hingga sore hari atau bisa juga pagi sampai siang. Transisinya pun juga nggak terduga, dari cuaca panas sekali lalu tiba-tiba sore hujan lebat.

Jadi, fenomena hujan es di Yogyakarta ternyata wajar, ya. Semoga saja kalau terjadi lagi nggak sampai bikin kerusakan, ya, Millens. (Cnn/IB28/E07)