Fenomena Blue Moon 22 Agustus 2021, Beneran Bulan Bakal jadi Biru?

Fenomena Blue Moon 22 Agustus 2021, Beneran Bulan Bakal jadi Biru?
Ilustrasi: Fenomena bulan biru pada Minggu (22/8/2021) nanti. (Flickr/ Rolf Dietrich Brecher)

Pada Minggu (22/8/2021) nanti, Fenomena bulan biru atau blue moon bakal bisa dinikmati masyarakat Indonesia mulai pukul 19.01 WIB. Beneran bulan warnanya bakal biru nggak sih?

Inibaru.id – Pada Minggu (22/8/2021) mulai pukul 19.01 WIB nanti, bakal ada fenomena Blue Moon alias bulan biru di langit Indonesia. Tapi, apakah fenomena ini bakal beneran bikin bulan jadi biru?

Kalau menurut peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang, sebenarnya fenomena ini nggak bakal benar-benar bikin warna bulan jadi biru. Lantas, mengapa sebutannya kok seperti itu?

Jadi gini, Millens. Sebenarnya, secara sejarah, ada yang nggak pas dengan penamaan istilah bulan biru ini. Bahkan, sebenarnya ada dua jenis istilah ini, yakni Bulan Biru Musiman dan Bulan Biru Bulanan.

Yang menarik, istilah bulan biru ini berasal dari sekitar 400 tahun yang lalu dan berasal dari cerita rakyat Kanada. Kabarnya sih ya, pemilihan istilah ini karena fenomena ini sangatlah langka. Saat itu, bulan samar-samar tertutup kabut asap serta abu vulkanik letusan gunung berapi sehingga membuatnya berwarna kebiruan.

Ada versi lain dari penamaan bulan biru ini, Millens. Konon, dulu di Almanak Petani Manie, menceritakan kemunculan purnama ke-13. Kamu tahu sendiri kan ada anggapan kalau angka ini identik dengan pembawa sial. Nah, biar nggak bikin sial, digantilah istilah bulan ini jadi bulan biru.

Fenomena ini nggak bakal bikin bulan berwarna biru beneran kok. (Flickr/

Oleksandr K)
Fenomena ini nggak bakal bikin bulan berwarna biru beneran kok. (Flickr/ Oleksandr K)

Meski begitu, penamaan bulan biru di zaman modern ini baru dimulai oleh astronom amatir James Pruett di sebuah majalah bernama Sky & Telescope yang terbit pada 1946 lalu.

Omong-omong, Bulan Biru Musiman dipakai sebagai sebutan untuk bulan purnama ketiga di satu musim astronomis. Omong-omong, di satu musim ini ada 4 kali purnama, Millens. Selain itu, Bulan Biru Musiman ini hanya muncul dua atau tiga tahun sekali.

Nah, kali terakhir fenomena ini muncul adalah pada 19 Mei 2019. Sebelumnya pada 22 Mei 2016. Kalau di masa depan, bakal terjadi lagi pada 20 Agustus 2024, Millens.

Lantas bagaimana dengan Bulan Biru Bulanan? Fenomena ini adalah purnama kedua di salah satu bulan di kalender Masehi di mana di dalam satu bulan ini terjadi dua kali purnama.

Mirip dengan Bulan Biru Musiman, fenomena ini juga berlangsung setiap dua atau tiga bulan sekali.

Sebelumnya sih ya, fenomena ini muncul pada 31 Januari 2018 dan 31 Juli 2015. Nantinya, kita bisa melihat fenomena ini pada 31 Agustus 2023. (Kom/IB09/E05)