Fakta Tentang Kuburan Bus Transjakarta di Bogor

Foto ratusan bus Transjakarta yang terbengkalai di Bogor menghebohkan warganet. Berikut adalah fakta tentang kuburan bus ini.

Fakta Tentang <em>Kuburan</em> Bus Transjakarta di Bogor
Kuburan Bus Transjakarta di Bogor. (Merdeka/Arie Basuki)

Inibaru.id – Belakangan ini, di media sosial viral foto yang menunjukkan ratusan bus Transjakarta yang terbengkalai di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Bus-bus ini rupanya bukanlah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melainkan milik PT. Adi Teknik Ecopindo yang telah dinyatakan pailit berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga.

Camat Dramaga Adi Henriyana menjelaskan soal kepemilikan bus-bus ini setelah melakukan penelusuran bersama dengan warga. Bahkan, di kaca bus juga tertulis keterangan yang menunjukkan siapa pemilik dari bus-bus tersebut.

“Budel Pailit PT. Putera Adi Karyajaya (Dalam Pailit) sesuai putusan perkara no.21/PDT.SUS-Pailit/2018/PN. Niaga.Jkt.Pst, tertanggal 20 September 2018 dalam pengawasan kurator dan pengadilan niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” tulis keterangan tersebut.

Adi juga menjelaskan ratusan bus tersebut didatangkan secara bertahap sepanjang 2018.

“Jadi, keterangannya menulis bahwa tempat ini seperti penyimpanan aset dari salah satu PT yang pailit dan kini sudah dikuasakan kepada kurator Lumbang Tobing cs,” terang Camat Dramaga seperti ditulis laman Kompas, Senin (29/7/2019).

Saat bus-bus ini didatangkan, kondisi mesinnya masih bagus namun bodinya sudah rusak atau berkarat. Lokasi tempat penyimpanan bus-bus ini rupanya dimiliki relasi dari sang kurator.

“Lokasinya hanya dijadikan penyimpanan barang atau aset dari perusahaan yang dinyatakan pailit. Kebetulan saja pemilik lahannya relasi dari sang kurator,” lanjut Adi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut ratusan bus Transjakarta yang ada di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor ini sebagai bagian dari proses pengadaan yang dilakukan pada 2013. Hanya saja, bus-bus tersebut diketahui bermasalah.

“Bus-bus itu tanggung jawabnya milik perusahaan penyedia bus. Pemprov DKI nggak terkait apa-apa dengan bus-bus tersebut,” ucap Syafrin.

Hm, sebenarnya sayang sih ada banyak kendaraan umum yang terbengkalai. Namun, kalau dipakai bakal berisiko karena kendaraannya bermasalah. Iya kan, Millens? (IB09/E04)