Fakta Sedih di Balik Indahnya Sakura di Jepang Tahun Ini

Fakta Sedih di Balik Indahnya Sakura di Jepang Tahun Ini
Fakta sedih di balik indahnya bunga Sakura di Jepang tahun ini yang mekar lebih cepat. (Flickr/ Marufish)

Bunga Sakura mekar lebih awal di Jepang tahun ini. Meski bisa menikmati keindahannya lebih awal, masyarakat dan pemerintah Jepang justru khawatir. Kok bisa?

Inibaru.id – Bunga sakura sangatlah erat dengan kebudayaan Jepang. Nyatanya, bunga yang sangat indah ini memang bunga nasional dari Negeri Matahari Terbit. Nah, sakura yang mekar juga jadi penanda datangnya musim semi setelah musim dingin yang membeku. Pada tahun ini, ada fakta sedih di balik indahnya Sakura di Jepang. Apa ya?

Biasanya, musim semi tiba saat pertengahan Maret atau memasuki April. Pada bulan-bulan inilah, wisatawan dari berbagai negara datang ke Jepang hanya demi melihat indahnya musim semi di seantero negeri. Warga lokal juga banyak yang piknik bersama dengan teman-teman dan keluarga di bawah Sakura yang bersemi.

Meski begitu, Sakura biasanya baru benar-benar mekar secara sempurna pada April. Masalahnya, pada tahun ini, Sakura sudah mekar sejak 26 Maret 2021. Daerah yang kali pertama melaporkan Sakura yang mekar sempurna adalah Kyoto.

Menurut keterangan Badan Meteorologi Jepang, mekarnya Sakura tahun ini lebih cepat dari rata-rata 3 dekade terakhir. Meski bisa membuat masyarakat Jepang menikmati Sakura lebih dini, para ahli justru khawatir hal ini adalah tanda dari pemanasan global yang sangat nyata.

Masyarakat Jepang menikmati Sakura lebih awal pada 2021 karena pengaruh pemanasan global. (Flickr/OiMax)
Masyarakat Jepang menikmati Sakura lebih awal pada 2021 karena pengaruh pemanasan global. (Flickr/OiMax)

Pejabat Divisi Observasi Badan Meteorologi Jepang Shunji Anbe menjelaskan bahwa Sakura sangat sensitif pada suhu udara. Nah, khusus untuk tahun ini, suhu di Kyoto pada Maret 2020 sempat menyentuh 10,6 derajat Celcius. Hal ini naik dari suhu di bulan yang sama pada 1953 yang hanya 8,6 derajat Celcius.

Jika nggak kunjung diantisipasi, dikhawatirkan pemanasan global bisa mempengaruhi waktu mekarnya Sakura di masa depan. Padahal, mekarnya Sakura juga jadi penanda bagi para petani untuk menanami sawahnya. Selain itu, berseminya Sakura juga sering dianggap sebagai tanda bahwa anak-anak akan mulai bersekolah usai libur panjang di musim dingin.

Sakura hanya mekar sekitar dua minggu dalam setahun. Menurut kepercayaan masyarakat Jepang. Hal ini sesuai dengan simbol filosofi Buddha yang menggambarkan segala sesuatu, khususnya kehidupan dan kefanaan, bersifat sementara. Karena alasan inilah, Sakura sering muncul dalam karya seni Jepang, baik itu yang klasik ataupun modern.

Semoga saja kita bisa menahan pemanasan global sehingga di masa depan tetap bisa melihat mekarnya Sakura usai musim dingin, ya Millens? (Det/IB09/E05)