Fakta Perseteruan PB Djarum dengan KPAI

Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis PB Djarum bakal dihentikan mulai tahun depan. Keputusan tersebut merupakan buntut dari perseteruan yang terjadi antara PB Djarum dengan KPAI dan Yayasan Lentera Anak.

Fakta Perseteruan PB Djarum dengan KPAI
Audisi bulu tangkis PB Djarum. (Borobudurnews)

Inibaru.id – Keputusan mengejutkan diambil Perkumpulan Bulu tangkis Djarum (PB Djarum). Audisi umum bulu tangkis yang sudah diadakan sejak 2006 dihentikan mulai tahun depan. Keputusan ini merupakan buntut perseteruan PB Djarum dengan KPAI dan Yayasan Lentera Anak. 

Keputusan penghentian audisi umum bulu tangkis ini diungkap Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin. Yoppy menyebut keputusan ini sebagai respons dari desakan KPAI dan Yayasan Lentera Anak yang menganggap audisi ini sebagai salah satu tindakan eksploitasi anak untuk iklan produk rokok.

Berikut adalah beberapa fakta tentang perseteruan ini.

Berawal dari Audisi di Bandung pada Akhir Juli 2019

Pada 28 Juli 2019, audisi umum beasiswa bulu tangkis diadakan di Bandung, Jawa Barat untuk anak-anak berusia 11-13 tahun. Tiga hari sebelum audisi ini, Yayasan Lentera Anak dan Smoke Free Bandung meminta panitia acara tidak menjadikan anak-anak sebagai media promosi produk rokok.

“Pantauan Lentera Anak Sejak 2015 menemukan fakta bahwa anak-anak audisi harus memakai kaos dengan tulisan Djarum yang merupakan produk rokok,” ucap Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari pada (25/7/2019).

KPAI Menggandeng Kementerian Untuk Menghentikan Audisi

Meski sudah dibantah pihak Djarum yang menyebut Djarum Badminton Club atau Djarum Foundation bukanlah produk rokok, KPAI langsung melakukan tindakan serius dengan melakukan pertemuan bersama dengan Kemenpora, Kemenkes, Kemenko PMK, dan Kementerian PPPA serta BPOM.

Hasil dari pertemuan itu, KPAI mengklaim semua pihak di pertemuan ini setuju mendesak Djarum Foundation menghentikan sementara audisi hingga unsur eksploitasi anak dihilangkan.

Permintaan KPAI Dipenuhi Djarum

Awal September, Djarum memenuhi permintaan KPAI dengan melakukan audisi tahap kedua di Purwokerto dengan memberikan kaus pada anak-anak peserta audisi dengan tulisan BliBli, bukannya Djarum. Tidak ada embel-embel Djarum di acara ini. Bahkan, nama audisinya hanya tertulis “Audisi Umum”.

Djarum Menghentikan Audisi Umum

Kendati begitu, di tengah-tengah acara audisi yang dilakukan di Purwokerto ini, Djarum memutuskan program audisi bulu tangkis dihentikan mulai tahun depan. Keputusan ini menghebohkan banyak pihak.

“Kami sudah menjelaskan dan memberikan bukti banyak sekali kalau PB Djarum bukan produk rokok. Demi kebaikan bersama kami hentikan dulu audisi agar semua pihak bisa berpikir dengan lebih jernih,” ucap Yoppy seperti ditulis laman CNN Indonesia, Senin (8/9).

Kalau menurut Millens, apakah audisi bulu tangkis PB Djarum memang bisa dianggap sebagai eksploitasi anak atau nggak sih? (IB09/E04)