Ini Beda Self-Care dan Self-Love yang Harus Kamu Pahami

Ini Beda <em>Self-Care</em> dan <em>Self-Love</em> yang Harus Kamu Pahami
Self-care dan self-love sama-sama penting diterapkan dalam kehidupan. (thinkstockphotos)

Meskipun sama-sama mengandung tujuan memperhatikan diri, self-care dan self-love ternyata nggak sama. Yuk cari tahu bedanya!

Inibaru.id - Kamu sudah pernah mendengar self-love dan self-care? Atau malah termasuk orang yang getol menyuarakan kedua istilah ini? Tapi kira-kira kamu sudah paham belum perbedaan istilah-istilah ini?

Self-Care Fokus Merawat Fisik dan Mental

Jadi kalau ada orang yang hobi merawat diri baik itu dari luar maupun dalam (mental), berarti dia termasuk tim self-care. Mereka berpendapat merawat diri dapat menjauhkan diri dari depresi. Kegiatan yang sering dilakukan adalah merawat tubuh, membaca, menonton film, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan. Intinya mereka ingin tetap tenang dan rileks dalam menjalani hidup.

Self-Love Upaya Untuk Menerima Diri Sendiri

Self-love lebih kepada bagaimana seseorang berusaha menerima kekurangan baik dari fisik atau psikis (emosi). Mereka yang masuk kategori self-love lebih suka introspeksi diri, memahami potensi apa yang dia miliki dan nggak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Orang yang sudah berhasil mempraktikkan self-love normalnya akan merasa lebih baik dalam segala aspek dan menjadi pribadi yang selalu bersyukur. Motto mereka, "sebelum mencintai orang lain, alangkah baiknya kita mencintai diri kita sendiri dahulu". Betul juga ya, Millens?

Sama Penting

Pada intinya self-love dan self-care punya peran penting agar kamu bisa memelihara hidup yang baik untuk kesehatan jasmani dan rohani.

Self-care memberi kamu ruang untuk "lari" dari segala rutinitas sehingga kamu punya hubungan yang sehat dengan diri sendiri. Yang pasti bakal menghindarkan kamu dari stres hingga depresi. Sementara self-love, yaitu mencintai diri sendiri, akan memberi kamu perasaan yang ikhlas menerima segala hal yang kamu miliki. Jika kedua sifat bisa diwujudkan, kamu senantiasa akan merasa damai dan bahagia.

Bagaimana, Millens sudah paham? (IB28/E05)