Fakta-fakta Kerajaan Angling Dharma Pandeglang yang Bikin Heboh

Fakta-fakta Kerajaan Angling Dharma Pandeglang yang Bikin Heboh
Raja Kerajaan Angling Dharma Pandeglang yang bikin heboh. (Pedomantangerang.pikiran-rakyat)

Di Pandeglang, Banten, ada laki-laki yang mengklaim diri sebagai raja Kerajaan Angling Dharma. Menariknya, warga sekitar nggak resah dengan hal ini dan bahkan sering merasa terbantu dengan kehadirannya. Seperti apa sih kerajaan ini?

Inibaru.id – Hampir setiap bulan, pasti ada saja kehebohan yang aneh-aneh muncul di Indonesia. Kalau yang paling baru sih, seorang laki-laki berusia 70 tahun bernama Iskandar Jamaludin Firdaus mengaku sebagai raja dari Kerajaan Angling Dharma Pandeglang, Banten. Yang tambah bikin heboh, ada warga sekitar yang mau jadi pengikut dan memanggilnya dengan sebutan Baginda Sultan!

Nama Angling Dharma memang sudah lumayan terkenal di Indonesia. Nggak hanya sempat disebut di komik Doraemon versi Indonesia, ada juga sinetron kolosal terkait dengan tokoh ini di televisi swasta beberapa saat lalu. Meski begitu, sejumlah orang menyebut Angling Dharma sebagai tokoh fiksi namun kadung dikira tokoh nyata. Mirip-mirip dengan kontroversi apakah Mahesa Jenar benar-benar ada atau nggak, Millens.

Meski begitu, banyak orang percaya kalau Angling Dharma adalah tokoh yang benar-benar nyata. Maka di Desa Mlawat, Sukolilo, Pati, Jawa Tengah diyakini adalah makamnya. Di Bojonegoro, juga ada tempat yang diyakini sebagai petilasan Angling Dharma.

Lydia Kieven dalam buku Menelusuri Figur Bertopi dalam Relief Candi Zaman Majapahit bahkan sampai menyebut Angling Dharma adalah tokoh fiktif karena hanya versi modern dari kidung Bahasa Jawa Kuno dengan judul Aji Dharma. Hal yang sama juga diungkap arkeolog sejarah dari Universitas Negeri Malang Dwi Cahyono.

Kalau begini, kok tiba-tiba ada klaim seseorang adalah raja dari Kerajaan Angling Dharma?

Iskandar yang tinggal di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi ini disebut-sebut memang berasal dari keluarga Kesultanan Banten. Menariknya, perangkat Desa Pandat Dimas Febrian menyebut Iskandar nggak begitu aktif di kegiatan masyarakat.

Gerbang padepokan yang disebut-sebut Kerajaan Angling Dharma. (Kumparan)
Gerbang padepokan yang disebut-sebut Kerajaan Angling Dharma. (Kumparan)

Namun, Iskandar sering mengadakan acara zikir, kesenian, serta keagamaan di padepokannya. Acara-acara keagamaan ini kerap terbatas untuk santri-santri dari sejumlah pondok pesantren saja.

Klaim iskandar kalau dirinya adalah Raja Angling Dharma memang bikin heboh, namun, warga desa setempat mengaku nggak mempermasalahkannya. Toh, warga sama sekali nggak pernah kena masalah akibat klaim ini. Selain itu, warga juga sering diberi bantuan sosial oleh Iskandar dan orang-orang kepercayaannya.

“Nggak ada hal-hal aneh, setahu kita belum ada,” tegas Dimas, Rabu (22/9).

Satu hal yang pasti, Iskandar dikenal sebagai kiai sekaligus ‘orang pintar’. Banyak orang yang datang ke kediaman Iskandar sehingga membuat tempat itu dikenal sebagai padepokan. Meski begitu, Dimas mengaku gaya berpakaian Iskandar memang nggak biasa.

“Gaya berpakaian baginda memang seperti itu, seperti Wan Sehan, kadang suka berpakaian seperti Soekarno, kadang berpakaian kayak raja,” lanjut Dimas.

Menariknya, Dimas justru menyebut Angling Dharma sebagai sebutan saja untuk melambangkan kedermawanan Iskandar. Jadi, alih-alih menyebutnya sebagai kerajaan, Dimas dan warga setempat lebih memilih menyebut Iskandar menjalankan aktivitas di padepokan.

Hm, menarik juga ya kehebohan Kerajaan Angling Dharma Pandeglang ini. Kalau pendapat kamu sendiri tentang kerajaan ini bagaimana, Millens? (Kum,His/IB09/E05)