Fakta Dry Cleaning yang Jarang Diketahui

Fakta <em>Dry Cleaning</em> yang Jarang Diketahui
Mencuci secara dy cleaning. (Mileiq)

Beberapa bahan pakaian nggak bisa dicuci dengan air seperti biasa. Ada beberapa bahan yang mesti dicuci secara dry cleaning. Sebelum memakai metode ini, lebih baik simak dulu fakta-faktanya.

Nggak semua baju bisa dicuci pakai air. Baju seperti jas, kebaya, dan sweter berbahan wol mesti dicuci kering atau dry cleaning. Mencuci dengan metode itu menghindarkan pakaianmu dari kerusakan, Millens.

Eh, tapi sebelum mencuci secara dry cleaning, ada beberapa hal yang perlu kamu tahu nih! Simak ulasan berikut, ya.

Pakai Zat Kimia

Dry clean tidak menggunakan air dalam proses mencuci sehingga pakaian tetap. Metode ini  memanfaatkan cairan kimia untuk membersihkan noda di baju. Zat tersebut disemprotkan ke seluruh bagian pakaian. Kemudian, pakaian yang sudah disemprot bahan kimia tersebut dikeringkan di dalam mesin yang sama.

Risiko Kesehatan

Dry clean memakai bahan kimia perchloroethylene untuk mengangkat noda pada pakaian. Deterjen yang digunakan dalam proses dry cleaning kurang aman bagi kulit yang sensitif karena bisa mengakibatkan iritasi. Jika terus-terusan dipakai, ada kemungkinan zat tersebut menyebabkan gangguan sistem syarat.

Relatif Mahal

Setengah proses dry clean menggunakan energi listrik sehingga harganya lebih mahal. Penyedia jasa dry clean biasanya menghitung besaran biaya laundry per potong baju.

Jenis Bahan Baju

Pakaian berstruktur atau berbahan spesial perlu dicuci secara dry cleaning. Baju-baju itu seperti kebaya berpayet, baju bahan wol, baju tradisonal, jas, dan pakaian yang diberi label “dry clean only”.   

Yap, itulah empat fakta mengenai dry cleaning. Sebelum menggunakan jasa dry clean, lebih baik cermati dulu ya bahan pakaianmu, Millens. (MG22/E04)