Email vs Media Sosial, Manakah yang Lebih Efektif?

Email vs Media Sosial, Manakah yang Lebih Efektif?
Peserta berfoto bersama pembicara diskusi (Impala Space)

Email dan media sosial kerap digunakan untuk mempromosikan suatu produk. Akan tetapi, jika ditilik lagi, manakah yang lebih efektif?

Inibaru.id – Strategi digital marketing selalu menjadi bahasan mengasyikkan bagi para pelaku bisnis, terutama yang bergerak di ranah rintisan aka startup. Inilah yang menjadi bahasan dalam Digitalk Vol 6 "Email Marketing vs Social Media" yang digelar Impala Space, Selasa (17/7/2018). Antusiasme terpancar dari membludaknya diskusi rutin seri ke-6 tersebut.

Rasa penasaran juga tampak dari Eko Setiadi dan Alifah Suparmi, dua peserta diskusi. Sebagai pelaku bisnis digital, selain menikmati obrolan di Gedung Spiegel Bar & Resto, Kota Lama, Semarang, itu, mereka juga sempat bertukar strategi terkait bahasan diskusi yang dibawakan Yopie Suryadi, Yoga Muda, dan Aditya Dwi Putra tersebut.

“Saya pengin tahu seperti apa email marketing itu. Ya, walau materinya ternyata dasar banget, ini tetap menarik,” tutur Eko yang berprofesi sebagai staf IT.

Peserta diskusi membludak. (Impala Space)

Setali tiga uang, Alifah pun mengakuinya demikian. Menurutnya, materi yang diberikan memang lebih cocok untuk pemula. Sebagai pendiri startup non-profit yang sudah berjalan empat tahun, perempuan 30 tahun itu berharap suatu saat bakal mendapat materi diskusi yang tingkatannya lebih tinggi di Impala Space.

“Namun, bukan berarti saya nggak mengapresiasi. Saya apresiasi antusiasme teman-teman di Semarang,” ujar Alifah, "Ada yang rela berdiri dua jam, lo!"

Hampir seluruh peserta Digitalk Vol 6 tampak serius mengikuti diskusi yang diinisiasi Impala Space bersama MailTarget dan Komunitas Semarang Startup (SmartUp) itu.

Eni, seorang pebisnis kacang asal Semarang, mengaku begitu tertarik dengan materi tentang trik-trik memasarkan produk di media sosial. Ditemani sang suami, dengan detail dia bertanya gimana membentuk konten yang menarik hingga mengatur biaya dan waktu secara efisien.

"Diskusi ini memberi ide saya untuk mengembangkan usaha," aku Eni

Maksimalkan Pos-el dan Medsos

Digitalk Vol 6 dibuka Yoga Muda dengan materi pentingnya membangun citra merek suatu produk. Pemilik kedai Loffle Pop Up Dessert itu mengatakan, karakter pengguna Youtube berbeda dengan Instagram atau Twitter. Nah, pengusaha, lanjutnya, harus jeli melihatnya.

"Nggak semua media sosial mendukung bisnis," kata dia.

Yoga Muda sebagai panelis pertama (Impala Space)

Dia kemudian mencontohkan, bisnis makanan paling cocok dipromosikan via Instagram. Foto yang baik, imbuhnya, bakal memantik minat orang untuk mencicipi rasanya.

Terus, Yoga mengatakan, satu hal yang nggak kalah penting adalah timing dan stok konten.

"Saya biasanya menyiapkan konten pada Januari. Ini menghemat pengeluaran untuk fotografi, model, hingga desain grafis,” terang pemuda murah senyum tersebut.

Menurutnya, pemilihan konten juga penting. Konten yang berguna bagi pengguna cenderung lebih menarik ketimbang konten yang berpusat pada produk itu saja.

"Dengan menjadikan pengguna sebagai prioritas, ini akan menarik minat mereka untuk mengikuti suatu produk," jelasnya.

Aditya Dwi Putra memberi materi tentang tips menulis promosi yang baik di email (Impala Space)

Sementara, pendiri Weddingku.com, Aditya Dwi Putra, yang kebagian ngomong tentang email marketing, menjelaskan bahwa email promosi yang bersifat pribadi akan cenderung dibaca ketimbang diabaikan pengguna. Di sini, keterampilan menulis teks komersil (copywriting) penting.

"Jangan menulis subjek email lebih dari tiga kata dan sapalah pengguna dengan namanya,” ujar Adit, "Jangan pula menulis terlalu panjang, cukup satu paragraf saja. Hindari juga pesan yang to the point. Ini bikin pengguna malas.”

Kalau nggak pengin masuk spam, lanjutnya, pebisnis sebaiknya menghindari penggunaan template yang terlalu banyak.

Adit juga memberi tips kapan waktu yang tepat dan berapa frekuensi yang pas untuk mengirim pos-el promosi.

"Kebanyakan pengguna email aktif pada pukul 01.00, sedangkan frekuensi yang tepat 2 kali seminggu," pungkasnya.

Hm, gimana dengan usahamu, Millens? Lebih cocok pakai pos-el atau media sosial? Apapun itu, semoga lancar ya! (Artika Sari/E03)