Elit Politik di Ormas Pemuda Pancasila, Termasuk Jokowi

Elit Politik di Ormas Pemuda Pancasila, Termasuk Jokowi
Elite politik di ormas Pemuda Pancasila. Jokowi ada di dalamnya. (Setkab.go.id/Agung)

Ormas Pemuda Pancasila memang cukup kontroversial. Namun, mereka tetap eksis dan mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Ada sejumlah elit politik di ormas Pemuda Pancasila ini, termasuk Jokowi. Seperti apa sih detailnya?

Inibaru.id – Gara-gara aksi demonstrasi dan mengeroyok polisi, bahasan tentang ormas Pemuda Pancasila masih hangat di berbagai media. Sejumlah pihak pun bahkan sampai membahas soal elit politik yang ada di lingkaran Pemuda Pancasila. Konon, Presiden Jokowi bahkan ada di dalamnya!

Awal mula berbagai kekisruhan soal Pemuda Pancasila diawali oleh aksi demonstrasi di depan gedung DPR-MPR pada Kamis (25/11/2021) lalu. Ormas dengan seragam khas loreng jingga dan hitam ini menuntut Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang meminta maaf gara-gara menyebut Pemuda Pancasila sebaiknya dibubarkan.

Pernyataan Junimart ini diawali oleh bentrokan antara anggota ormas Pemuda Pancasila dengan anggota ormas Forum Betawi Rempug yang terjadi di Ciledug, Tangerang, Banten, Jumat (19/11).

Nah, aksi demonstrasi ini berakhir ricuh gara-gara massa ada yang memaksa untuk menerobos masuk. Polisi yang mengadang justru kemudian dikeroyok oleh sejumlah orang. Salah satu yang adi korban adalah AKBP Dermawan Karosekali.

Sejumlah warganet menyebut Pemuda Pancasila memang kontroversial. Namun, di lingkaran ormas ini memang ada banyak elite politik. Hal ini membuatnya tetap eksis dan bahkan berpengaruh besar di sejumlah sektor.

Didukung Elite Politik Kelas Atas

Salah satu elite politik yang cukup terkemuka di ormas ini adalah Ketua MPR Bambang Soesatyo. Bambang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila. Bahkan, Presiden Jokowi serta Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga menjabat sebagai anggota kehormatan ormas ini sejak akhir Oktober 2019 lalu.

Selain didukung elite politik, Pemuda Pancasila sudah eksis sejak lama. (Dara/ Dok. Pemuda Pancasila)
Selain didukung elite politik, Pemuda Pancasila sudah eksis sejak lama. (Dara/ Dok. Pemuda Pancasila)

Menurut Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto Soerjosumarno, sebagai anggota kehormatan, Jokowi serta Ma’ruf Amin mendapatkan perlindungan penuh dari ormasnya.

Hubungan Jokowi dengan Pemuda Pancasila memang cenderung mesra. Apalagi, ormas ini secara terang-terangan mendeklarasikan dukungannya ke Jokowi saat Pilpres 2019 lalu. Mereka melakukannya di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (3/3/2019).

Jauh sebelum itu, tepatnya pada 28 Oktober 2017, Jokowi juga hadir di acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Pemuda Pancasila di Hotal Sunan, Surakarta. Jokowi yang memberi sambutan menyebut ormas ini sebagai benteng Pancasila.

“Pemuda Pancasila akan selalu menjadi banteng Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Jokowi saat itu.

Sudah Ada Sejak 1959

Pemuda Pancasila sudah ada sejak 28 Oktober 1959. Pencetusnya adalah para petinggi Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), partai politik pentolan militer era Orde Lama seperti Abdul Haris Nasution, Gatot Subroto, dan lain-lain. Saat itu, tujuan didirikannya Pemuda Pancasila sebagai lawan ideologis dari partai yang sedang berkembang di kala itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mendirikan Organisasi Pemuda Rakyat.

Gesekan antara Pemuda Pancasila dan PKI nggak bisa dihindari. Bahkan, Pemuda Pancasila ikut aktif dalam pembersihan PKI dan berbagai unsur komunis usai 1965. Sejak 2001, Pemuda Pancasila diubah jadi ormas yang bebas dari politik praktis. Ormas ini kemudian aktif di kegiatan sosial kemasyarakatan dan eksis hingga sekarang.

Kamu, apakah ikut mendukung Pemuda Pancasila, Millens? (Kom/IB09/E05)