Menilik Industri Radio di Tengah Gemerlap Media Daring

Menilik Industri Radio di Tengah Gemerlap Media Daring
Radio masih mengudara meskipun banyak media tandingan lain. (Inibaru.id/Clara Ariski)

Agar radio tetap eksis di tengah ingar bingar media daring, para pemilik radio harus pintar-pintar memutar otak. Begini ulasannya.

Inibaru.id – Di tengah gempuran media berbasis daring, radio nyatanya masih mengudara dan menghibur masyarakat. Tentu hal itu nggak lepas dari tangan dingin para pemilik radio yang berusaha mengemas radio agar terlihat lebih kekinian sehingga nggak sepi pendengar.

Direktur Radio Pro Alma Budi Sudaryanto mengakui bila pihaknya perlu memutar otak agar radionya tetap eksis. Menurut Budi, memenuhi keinginan pendengar adalah kuncinya.

Sebagai radio yang memiliki segmen anak muda, Pro Alma, kata Budi berusaha memenuhi keinginan para millenials saat ini.

“Kami harus lihat segmennya. Kalau segmen milenial itu pengin informasi tentang berita dan leisure,” ujarnya.

Selain itu, terbuka dengan kritik yang diberikan pendengar juga salah satu hal yang penting. Pihaknya berusaha menjaring respons pendengar lewat pelbagai media sosial yang dimiliki.

"Kami menerima semua kritik dan saran, kok. Kami juga memantau komentar tentang program kami di media sosial," imbuh Budi.

Terlepas dari pelbagai upaya pemilik, sejumlah keunggulan yang dimiliki radio turut menyumbang peran agar media satu ini tetap eksis.

“Bisa diakses siapapun dengan alat apapun, tanpa berbayar itu cukup buat radio tetap eksis,” ujarnya.

Hayo, siapa nih yang masih suka dengar radio? Menurut sobat Millens, apa sih daya tarik radio? (Clara Ariski/E04)