Tiga Kecamatan di Boyolali Bakal Dimekarkan

Tiga Kecamatan di Boyolali Bakal Dimekarkan
Boyolali bakal mekarkan tiga kecamatan. (Tempatwisata.co)

Untuk mempermudah akses layanan publik, Pemerintah Kabupaten Boyolali akan melakukan pemekaran wilayah. Pemekaran wilayah ini meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Ampel, Kecamatan Musuk, dan Kecamatan Wonosegoro.

Inibaru.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Jawa Tengah berencana memekarkan tiga kecamatan pada awal 2019. Pemekaran wilayah ini betujuan untuk semakin mempermudah akses layanan publik bagi masyarakat. Tiga kecamatan yang bakal dimekarkan yakni Kecamatan Ampel, Kecamatan Musuk, dan Kecamatan Wonosegoro.

Kepala Bagian Kerja sama dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Boyolali Arief Wardianta mengatakan Kecamatan Ampel bakal dipecah menjadi Ampel dan Gladagsari. Gladagsari akan menjadi ibu kota Kecamatan Gladagsari, sedangkan Kecamatan Ampel beribu kota di Desa Urutsewu. Kecamatan Ampel dan Kecamatan Gladagsari masing-masing akan memiliki 10 desa seperti ditulis Antaranews.com, Selasa (18/9/2018).

Sementara itu, kecamatan lain yang dimekarkan adalah Kecamatan Musuk yang dibagi menjadi Musuk dan Tamansari. Kecamatan Tamansari sebagai kecamatan pemekaran beribu kota di Desa Karangkendal.

Kecamatan Wonosegoro juga bakal dimekarkan. Kecamatan ini akan dibagi menjadi Wonosegoro dan Wonosamodro. Sebagai kecamatan baru, Kecamatan Wonosamodro beribu kota di Desa Garangan.

“Pembentukan tiga kecamatan baru bisa meningkatkan akses masyarakat terhadap jangkauan pelayanan seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, dan perniagaan. Ini juga merupakan respons Pemkab Boyolali melalui aspirasi masyarakat Boyolali yang menginginkan pemerataan hasil pembangunan daerah sehingga mampu menjangkau ke wilayah yang jauh dari pusat kecamatan,” ungkap Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat.

Hingga saat ini, Pemkab Boyolali masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dengan direalisasikannya pemekaran wilayah ini, Kabupaten Boyolali yang semula memiliki 19 kecamatan akan bertambah menjadi 22 kecamatan.

Kendati masih menunggu rekomendasi Kemendagri, Pemkab Boyolali telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Nanti, setiap kecamatan mendapat dana sebesar Rp 5 miliar untuk membangun gedung kantor dan alun-alun.

Anggaran pembangunan ini telah dimasukkan ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Kendati demikian, hingga kini, DPRD dan Pemkab Boyolali masih menggodok dokumen KUA PPAS itu.

Semoga tujuan pemekaran wilayah ini bisa tercapai ya, Millens. Wah, masyarakat Boyolali terlebih di tiga kecamatan itu siap-siap dipisah ya. (IB15/E04)