Tagar #Semarangpetengndedet Muncul Jelang Earth Hour Semarang

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Semarang akan menyemarakkan Earth Hour dengan mematikan lampu selama satu jam penuh pada Sabtu (24/3/2018) malam nanti.

Tagar #Semarangpetengndedet Muncul Jelang Earth Hour Semarang
Earth Hour Pontianak 2017. (WWF-Indonesia/Sugeng Hendratno)

Inibaru.id - Beberapa hari terakhir, warganet Semarang mulai mengunggah beberapa tagar seperti #semarangpetengndedet dan #connect2earth di media sosial untuk menyambut gerakan mematikan lampu selama minimal satu jam atau dikenal sebagai Earth Hour. Gerakan ini telah dimulai, dan akan mencapai puncaknya pada Sabtu (24/3/2018) malam nanti.

Kota Semarang memang menjadi salah satu kota yang rutin mengadakan gelaran Earth Hour setiap tahunnya. Untuk tahun ini, peringatan tersebut akan berpusat di Hotel Noormans Semarang dengan acara utama menyalakan lilin membentuk angka 60+.

Rencana, acara ini akan dimulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, dengan dimeriahkan beberapa penampilan menarik, seperti Tari Ratoh Jaroe, DJ Ilham, Sakutala, Dance, dan masih banyak lagi.

Lebih dari itu, Earth Hour Semarang melalui akun Twitter resminya juga mengajak masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Semarang, untuk mematikan lampu dan menjadikan Semarang peteng ndedet (gelap gulita) pada pukul 20.30-21.30 WIB.

Perlu diketahui, Earth Hour adalah sebuah gerakan yang dikampanyekan World Wide Fund for Nature (WWF) mulai 2007 silam. Semangat kampanye tersebut adalah menghemat penggunaan listrik dunia dengan melakukan pemadaman lampu yang tidak diperlukan selama satu jam penuh. Kampanye ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan perubahan iklim.

Pada kampanye awal, gerakan ini hanya dilakukan tiap tahun di Australia, yang diselenggarakan saban Sabtu pekan terakhir Maret. Indonesia baru turut serta mendukung kegiatan Earth Hour pada 2009. 

Nah, Millens, yuk kita pacu kepekaan kita terhadap perubahan iklim dengan ikut kampanye Earth Hour! (TS/GIL)