Durasi Bikin Resolusi Baiknya Harian, Mingguan, Atau Tahunan?

Durasi Bikin Resolusi Baiknya Harian, Mingguan, Atau Tahunan?
Membuat durasi resolusi sesuai kebutuhan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Resolusi ramai dibuat biasanya pas akhir tahun atau awal tahun. Menjadi semacam kaleidoskop perjalanan hidup setahun, apakah membuat resolusi perlu patokan waktu dan durasi?

Inibaru.id - Kamu tentu sepakat bahwa resolusi nggak harus menjadi ritual akhir atau awal tahun. Namun, seberapa sering kita perlu membuat resolusi? Harian, bulanan, atau tahunan? Hm, pertanyaan yang mungkin perlu ditanyakan pada diri sendiri sih!

Siti Jaroah, misalnya. Mahasiswa Program Pascasarjana Psikologi Universitas Gajahmada Yogyakarta ini mengaku nggak pernah membuat resolusi secara ketat dan tertulis. Buatnya, nggak ada resolusi kaku dari harian, mingguan, dan tahunan. Dia menganggap hal itu biasa saja.

"Untuk orang yang menganggapnya penting dan menentukan masa depan, membuat resolusi bagus sekali, tapi saya nggak secara literally menuliskan itu," kata dia.

Hal ini berbeda dengan Anis N Nadhiroh yang menganggap deadline resolusi begitu penting. Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu mengaku menulis target resolusinya dan seenggaknya melakukan evaluasi setiap semester. Daftar targetnya itu juga ditempel di dinding kos.

Rule of the life harus dimainkan," terangnya.

Menurut Anis, biar proses sesuai jalur, seseorang harus membuat rencana.

"Kalau nggak di-planning bisa ambyar! Pengin jadi pegacara, malah ke bisnis ntar,” kelakar dia.

Bukan Kapan, tapi Apa Resolusinya

Psikolog Biro Psikologi Dinamis Yogyakarta Ranisa Kautsar Tristi mengatakan, nggak ada patokan pasti durasi resolusi seseorang. Semua orang punya pilihan masing-masing untuk bilang sejauh mana bisa menentukan standar perubahan yang akan dia capai.

“Jadi, bukan seberapa lama durasi resolusinya, tapi seberapa spesifik kamu menentukan langkah untuk mencapai resolusi itu," tutur dia, "Juga seberapa siap dan detail persiapannya.

Hal yang juga penting menurut Ranisa adalah proses evaluasi yang harus berjalan terus. Menurutnya, evaluasi nggak perlu melulu kritik.

"Kritik jatuhnya hal-hal yang negatif dan menyalahkan diri sendiri ya. Jangan lupa pula tentang hal-hal positif yang sudah dilakukan," tegasnya

Kalau kamu, gimana memandang resolusi, Millens? (Isma Swastiningrum/E03)