Duh, Peti Jenazah Covid-19 di Rembang Dibuang ke Laut

Duh, Peti Jenazah Covid-19 di Rembang Dibuang ke Laut
Peti jenazah yang dibuang ke laut. (RadioR2B)

Keluarga korban nggak mau jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. Jenazah diambil paksa dan petinya dibuang ke laut. Seperti apa ya kronologinya?

Inibaru.id - Untuk kesekian kalinya, perlakuan keblinger terhadap jenazah Covid-19 kembali terjadi. Kali ini kasus pengambilan paksa jenazah Covid-19 terjadi di Rembang, Jawa Tengah. Peti jenazah bahkan dibuang ke laut pada Minggu (12/7/2020). Pembongkaran peti tersebut disebabkan oleh pihak keluarga nggak mau jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Bedasarkan info dari laman resmi Radio R2B Rembang, jenazah merupakan warga Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Rembang dan berjenis kelamin perempuan dengan usia 45 tahun. Sebelumnya, jenazah telah dipastikan positif Covid-19 sehingga dirawat di RSUD dr R Soetrasno Rembang.

Almarhumah meninggal karena mempunyai riwayat penyakit asma dan diabetes. Sayangnya, pihak keluarga menolak pemakaman menggunakan protokol kesehatan dan terus menunggu jenazah di rumah sakit demi mencegahnya.

Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 Kecamatan Sarang bersama jajaran pemerintah Desa Karangmangu sebenarnya sudah memberikan penjelasan tentang pentingnya proses pemakaman dilakukan sesuai protokol. Pihak keluarga awalnya juga sudah setuju untuk melakukannya, meski mereka meminta jenazah disalatkan terlebih dahulu di musala setempat.

Ilustrasi - Petugas penanganan Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi - Petugas penanganan Covid-19. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Namun, sejumlah warga kemudian melakukan provokasi. Keluarga terpancing dan akhirnya mengambil paksa peti jenazah. Peti tersebut kemudian dibongkar. Jenazah dimandikan dan disalatkan di rumah duka. Selain itu, peti jenazah dibuang ke laut begitu saja.

Sempat terjadi perdebatan antara petugas dan warga setempat. Hanya, karena kalah jumlah, petugas nggak kuasa melawan dan akhirnya memilih untuk menjauh dari lokasi.

Pembongkaran peti jenazah oleh warga. (RadioR2B)<br>
Pembongkaran peti jenazah oleh warga. (RadioR2B)

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Rembang Arif Dwi Sulistya mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Dia menilai peristiwa tersebut bisa menjadi pembelajaran bersama agar semua pihak bersedia mematuhi protokol kesehatan virus Corona.

“Hal itu juga sebagai bahan evaluasi Gugus Tugas, agar tak terulang lagi di kemudian hari. Langkah selanjutnya melakukan tracking siapa saja yang ikut memandikan dan memulasarakan jenazah, untuk dilakukan rapid test maupun swab test, “ ungkap Arif, Senin (13/7/2020).

Pihak Polsek Sarang juga sudah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama petugas Gugus Tugas COVID-19 setempat. Mereka mengambil foto peti jenazah yang dibuang ke pinggir laut dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Kalau menurut kamu, ada cara nggak sih agar kejadian pengambilan paksa jenazah Covid-19 nggak lagi terjadi di masa depan, Millens?. (Idn/IB28/E07)