Duh, Perusahaan dan Industri Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kota Semarang

Duh, Perusahaan dan Industri Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kota Semarang
Ilustrasi - Industri dan perusahaan menjadi klaster baru penularan covid-19 di Kota Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengemukakan kalau ada klaster baru di Kota Semarang, tepatnya di sektor industri dan perusahaan. Katanya, hal ini disebabkan karena pelaksanaan protokol kesehatan belum diterapkan secara maksimal.

Inibaru.id - Jumlah klaster kasus covid-19 di Kota Semarang terus bertambah. Kali ini muncul klaster baru lagi, yakni di industri dan perusahaan. Bahkan, untuk klaster perusahaan jumlah pasien positifnya mencapai angka ratusan.

Fakta ini disampaikan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat jumpa pers di Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) pada Minggu (5/7/2020). Dari sekian banyak pasien positif, sebagian besar masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pada klaster industri dan perusahaan tersebut, Hendi mengungkapkan kalau Dinas Kesehatan sudah melakukan tracking. Baik itu hingga ke anak perusahaan maupun sampai ke keluarga para karyawan.

“Intinya kami mengejar tracing supaya tidak ada penularan di Semarang karena ketidaktahuan. Kami ingin sedetail-detailnya terungkap,” jelas pria yang akrab disapa Hendi itu.

Ada 3 perusahaan yang menjadi klaster baru. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ada 3 perusahaan yang menjadi klaster baru. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kabar tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Kepala DKK Kota Semarang dr Abdul Hakam. Dalam seminggu terakhir, pihaknya menemukan klaster baru yang jumlahnya lebih besar.

Klaster baru yang dimaksud oleh Hakam adalah dari tiga perusahaan besar yang berbeda. Namun, dia menolak untuk menjelaskan dengan lebih rinci perusahaan atau industri apa yang dimaksud.

“Ada 3 perusahaan tapi besar banget, jumlahnya yang baru ketahuan di perusahaan A itu hampir 47, itu sudah swab semua. Di perusahaan B ada sekitar 24. Terus yang C, ini yang baru (ketahuan) hampir lebih dari 100-an,” ujarnya.

Dr Hakam menyimpulkan kalau penularan di klaster baru ini terjadi saat isoma. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Dr Hakam menyimpulkan kalau penularan di klaster baru ini terjadi saat isoma. (Inibaru.id/ Audrian F)

Hakam menyimpulkan, kemungkinan besar penyebab terjadinya penularan virus corona itu saat para karyawan berkumpul bersama di waktu istirahat. Permasalahannya, besar kemungkinan saat jam istirahat tersebut protokol kesehatan nggak diberlakukan secara ketat.

Kemunculan klaster baru ini selanjutnya akan dibahas oleh Hakam bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang. 

 “Kita mengupayakan tentunya bersama Disnaker kota atau mungkin juga sama provinsi, supaya (protokol kesehatan) dilakukan secara benar. Baik itu saat istirahat makan bersama atau melakukan produksi misalnya,” tegas Hakam.

Klaster baru tadi turut menambah angka kasus Covid-19 di Kota Semarang. Bedasarkan laman siagacorona.semarangkota.go.id sampai Minggu (5/7), terdapat 1.651 orang positif covid-19. Rinciannya, 706 orang masih dirawat, 780 orang sembuh dan 156 orang meninggal dunia.

Sungguh kabar buruk bagi Kota Semarang ya, Millens. Kamu harus semakin cermat dalam menjaga protokol kesehatan agar nggak ikut ikutan tertular virus corona! (IB28/E07)