Duh, Jepang Hentikan Penggunaan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna, Apa Penyebabnya?

Duh, Jepang Hentikan Penggunaan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi: Vaksin Moderna dengan jumlah 1,63 juta dosis dihentikan penggunaannya di Jepang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Vaksin Moderna lagi-lagi jadi bahan pembicaraan. Di Jepang, 1,63 juta dosis vaksin Moderna ditangguhkan penggunaannya. Apa alasan dari keputusan mengejutkan ini?

Inibaru.id – Kabar mengejutkan datang dari otoritas pemerintah Jepang, khususnya dalam hal program vaksinasi di sana. Tiba-tiba saja, mereka menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna. Apa penyebabnya ya?

Jadi gini, Millens, alasan mengapa penggunaan vaksin Moderna ini dihentikan bukan karena efek samping atau dampak yang didapat penerima vaksin, melainkan karena adanya kontaminasi pada vaksin-vaksin yang ada di tempat penyimpanan.

Yang mengumumkan penghentian penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna ini adalah produsen obat-obatan Takeda bersama dengan Kementerian Kesehatan Jepang pada hari ini, Kamis (26/8/2021). FYI, Takeda adalah pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusian sekaligus penjualan vaksin tersebut di Negeri Matahari Terbit.

“Laporan dari sejumlah pusat vaksinasi ditemukan fakta bahwa di dalam botol-botol yang belum dibuka dari sejumlah lot ditemukan zat asing,” terang Takeda.

Nggak ingin vaksin-vaksin itu sampai dipakai warga, Takeda pun langsung berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan Jepang. Akhirnya, kedua pihak memutuskan untuk nggak lagi memakai vaksin yang sudah terkontaminasi tersebut.

Selain itu, pihak Moderna juga diminta untuk segera melakukan penyelidikan terkait hal ini. Meski begitu, dari pihak Moderna sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapinya.

Program vaksinasi juga sedang digalakkan di Jepang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Program vaksinasi juga sedang digalakkan di Jepang. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Belum ada kejelasan tentang seperti apa detail dari kontaminasi yang muncul pada botol-botol vaksin Moderna tersebut. Selain itu, belum ada juga laporan seperti apa dampak kesehatan yang bisa didapat jika seseorang disuntik vaksin yang sudah terkontaminasi ini.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Jepang mengaku sudah mengamankan dosis-dosis vaksin Covid-19 alternatif sehingga kasus ini nggak akan sampai mengganggu program vaksinasi nasional yang sedang gencar dilakukan.

Meski 43 persen dari total populasi di Negeri Matahari Terbit telah divaksin secara penuh, Jepang juga sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19, khususnya varian Delta yang sangat menular. Menurut catatan otoritas di sana, sudah ada 15.500 orang yang meninggal akibat virus ini di Jepang.

Sementara itu total kasus Covid-19 di sana mencapai 1,3 juta kasus. Hal ini membuat pemerintah setempat serius menerapkan kebijakan-kebijakan yang bisa mencegah penularan sekaligus mempercepat program vaksinasi.

Hm, semoga saja kasus vaksin Moderna di Jepang ini nggak juga terjadi di sini, ya, Millensi. (Det/IB09/E05)