Duh, di Kendal Ada Minyak Goreng Kemasan Isi Curah

Duh, di Kendal Ada Minyak Goreng Kemasan Isi Curah
Minyak goreng curah yang jadi minyak goreng kemasan. (Detik/dok Polda Jateng)

Polisi menemukan minyak goreng kemasan nggak berizin BPOM dan nggak ada sertifikat halal. Dugaan minyak goreng curah dikemas ulang jadi minyak goreng kemasan agar bisa dijual lebih mahal pun menyeruak. Duh, makin runyam saja ya krisis minyak goreng ini?

Inibaru.id – Krisis minyak goreng masih belum berakhir di Indonesia. Minyak goreng kemasan harganya masih cukup tinggi di berbagai tempat. Bahkan, di Kendal, Jawa Tengah, ditemukan modus minyak goreng curah yang dikemas ulang sehingga jadi terlihat seperti minyak goreng kemasan. Tentu saja, minyak ini bisa dijual dengan harga lebih mahal.

Hal ini diungkap oleh Satgas Pangan Polda Jawa Tengah pada Rabu (6/4/2022) lalu.

“Betul, kita (Ditreskrimsus) menemukan dugaan terjadinya tindak pidana pelanggaran Undang-undang Perdagangan dan/atau Perlindungan Konsumen. Kami menemukan sejumlah minyak goreng kemasan dengan merek Gulent,” ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Johanson Simamora, Rabu (6/4).

Produk minyak goreng kemasan ini nggak punya izin edar dari BPOM dan nggak dilengkapi dengan sertifikat halal. Hal ini membuat polisi pun menduga kalau minyak tersebut adalah hasil kemasan ulang dari minyak goreng bersubsidi yang nggak berizin.

“Barang bukti yang diamankan berupa 9 krat minyak goreng kemasan merek Gulent isi 12 botol. Adapun masing-masing botol netto 900 gram sehingga jumlah yang diamankan sebanyak 97,2 liter,” ujarnya.

Ilustrasi: Kasus minyak goreng dijadikan minyak goreng kemasan sudah terjadi. (viralbanyumas)
Ilustrasi: Kasus minyak goreng dijadikan minyak goreng kemasan sudah terjadi. (viralbanyumas)

Lantas, di mana minyak yang menurut polisi kurang baik bagi kesehatan konsumen ini dibuat? Kombes Johanson menyebut dari hasil penyelidikan sementara, produksinya ada di Jakarta Utara.

“Saat ini masih diselidiki lokasi pabriknya. Ditreskrimsus juga masih memeriksa sejumlah saksi dan akan melakukan klarifikasi pada pemilik merek,” jelasnya.

Minta Masyarakat Waspada dan Melaporkan

Kabid Humas Polda Jateng Kombes M Iqbal Alqudusy meminta masyarakat untuk lebih waspada dengan praktik kecurangan orang-orang yang mengemas ulang minyak goreng curah agar bisa dijual lebih mahal.

Fakta itu diungkapkan Kapolri di Jakarta berdasarkan hasil pemantauan Polri dan Kementerian Perindustrian. Ada modus repacking atau mengemas ulang. Padahal isinya minyak goreng curah,” terangnya.

Kalau kamu menemukan minyak goreng kemasan yang isinya minyak goreng curah, boleh kok melaporkannya ke polisi. Meski begitu, bawa juga ya barang buktinya agar bisa ditelusuri.

Hm, masalah minyak goreng kemasan kini sampai melibatkan minyak goreng curah ya, Millens. Semoga saja krisis minyak goreng ini bisa segera mereda, ya? (Det/IB09/E05)