Duduk Perkara Kasus Jual-Beli Data Kependudukan yang Dilaporkan ke Polisi

Duduk Perkara Kasus Jual-Beli Data Kependudukan yang Dilaporkan ke Polisi
Data kependudukan. (Kanal73)

Cuitan @hendralm yang mengungkap isu jual-beli data KTP dan KK di Twitter membuatnya berurusan dengan aparat kepolisian. Dia dikabarkan dilaporkan ke polisi atas cuitan tersebut.

Inibaru.id – Cuitan yang diunggah akun Twitter @hendralm menjadi buah bibir masyarakat. Nggak hanya membuat isu jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data Kartu Keluarga (KK) menjadi viral, hal ini juga membuat sang pemilik dilaporkan ke polisi.

Pemilik akun, Samuel Christian H ini mengunggah foto yang menunjukkan jual-beli data pribadi di beberapa akun media sosial.

“Ternyata ada yang memperjualbelikan data NIK-KK. Parahnya, ada yang punya jutaan data. Gila,” cuitnya.

Samuel menyebut temuannya ini berasal dari grup Facebook bernama Dream Market Official. Dia masuk ke dalam grup tersebut karena sahabatnya pernah tertipu saat membeli tiket pesawat dari salah satu anggota grup.

Direktorat Jenderal dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri langsung melakukan laporan ke polisi untuk menelusuri hal ini. Hanya saja, laporan ini menghebohkan warganet karena dianggap menyeret Samuel.

“Kami hanya melaporkan peristiwa. Kan ada di Facebook kan, itu? Nanti biar diurus sama aparat penegak hukum. Kami pastikan Dukcapil tidak ada kebocoran data,” ucap Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrulloh.

Dukcapil Tegaskan Nggak Melaporkan Samuel

Sempat dikabarkan telah melaporkan akun @hendralm ke aparat, Zudan justru menegaskan pemilik akun ini nggak dilaporkan ke polisi.

“Kemendagri nggak melaporkan pemilik akun @hendralm karena membuat isu jual beli data e-KTP dan KK viral. Justru, pemilik akun bisa mendapatkan penghargaan,” terang Zudan.

Pihak aparat kepolisian juga masih menunggu laporan dari Dukcapil terkait dengan kasus ini.

“Kami masih menunggu pengaduan resmi dari Dukcapil. Tapi mereka juga harus menyertakan bukti-buktinya dulu,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo.

Meski demikia, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sudah mendeteksi akun-akun yang diindikasi bisa melakukan jual-beli data kependudukan. Mereka nggak memerinci akun yang dimaksud sampai ada laporan resmi.

“Bukti-buktinya harus kuat dulu. Biar deliknya jelas dan kita bisa melakukan tindakan yang diperlukan,” ucap Brigjen (Pol) Dedi.

Semoga saja kasus ini bisa benar-benar terungkap kebenarannya, ya Millens. (IB09/E04)