Duduk Perkara Ibu Hamil Kehilangan Janin di Makassar Karena Kisruh Swab Test

Duduk Perkara Ibu Hamil Kehilangan Janin di Makassar Karena Kisruh Swab Test
Ervina Yana sudah menjalani rapid test sebelum disarankan menjalani swab test. (Kompas)

Ervina Yana harus kehilangan janinnya lantaran nggak kunjung mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Dia diharuskan membayar biaya swab test sebesar Rp 2,4 juta sebelum menjalani operasi sesar. Hm, gimana cerita sebenarnya, ya?

Inibaru.id – Seorang ibu hamil bernama Ervina Yana di Makassar, Sulawesi Selatan harus kehilangan janinnya lantaran nggak kunjung mendapat perawatan dari rumah sakit. Ervina yang akan melahirkan ditolak oleh beberapa rumah sakit lantaran dia nggak mampu membayar swab test yang menjadi salah satu persyaratan untuk mendapatkan penanganan. Peristiwa ini kemudian viral di media sosial pada Rabu, (17/6/2020).

Sebelum pergi ke rumah sakit, Ervina sempat merasakan kontraksi. Rumah Sakit Sentosa menjadi rumah sakit pertama yang dia datangi pada Selasa, (16/6). Usai mendapat pemeriksaan, dia lalu dirujuk ke RS Siti Khadijah atau RS Stella Maris. Karena ukuran janinnya yang besar dan adanya riwayat penyakit diabetes melitus, Ervina disarankan menjalani operasi sesar. Sebelum tindakan operasi dilakukan, dia diharuskan menjalani swab test untuk mengetahui apakah dirinya positif COVID-19 atau nggak.

Didampingi aktivis hak perempuan, Ervina kini dirujuk untuk mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo. (Inews)<br>
Didampingi aktivis hak perempuan, Ervina kini dirujuk untuk mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo. (Inews)

Lantaran nggak sanggup membayar biaya tes sebesar Rp 2,4 juta, Ervina lantas pindah ke RSIA Ananda. Di rumah sakit itu, dia baru mengetahui bahwa janinnya sudah meninggal sekitar satu atau dua hari sebelumnya. Sebelum dilakukan tindakan untuk mengeluarkan janin, Ervina kembali diharuskan menjalani swab test.

Fadli Ananda selaku dokter yang menanganinya mengatakan perempuan itu ternyata sudah menjalani rapid test dengan biaya sebesar Rp 350 ribu di RS Stella Maris. Karena hasilnya reaktif, dia disarankan menjalani swab test agar hasilnya lebih valid. Ervina kemudian memilih untuk pindah dan nggak jujur menceritakan kondisinya pada tenaga medis.

“(Dari hasil pemeriksaan) barulah ditemukan bahwa pasien ini sudah rapid test di rumah sakit lain sebelumnya dengan hasil positif. Jadi pasien sebelumnya tidak jujur menyampaikan bahwa sudah rapid test dengan hasil positif.” kata Fadli.

Kini, Ervina dirujuk ke RS Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Menanggapi kasus tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk menanggung seluruh biaya perawatan Ervina.

Pandemi memang menjadi situasi yang sangat sulit bagi sebagian orang, termasuk ibu hamil. Semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi ibu hamil untuk selalu berhati-hati menjaga kesehatan. Selain itu, semoga rumah sakit juga bisa berbenah memberikan pelayanan pada orang-orang yang memang sangat membutuhkan pertolongan.

Jadi, yuk, sama-sama tetap waspada mencegah penularan Covid-19, Millens. (Kum/IB15/E07)