Dua Tahun Berdiri, Rumah Harapan Indonesia Cabang Semarang Dampingi 142 Anak

Dua Tahun Berdiri, Rumah Harapan Indonesia Cabang Semarang Dampingi 142 Anak
Rumah Harapan Indonesia cabang Semarang merayakan ulang tahunnya ke-2 pada Jumat (26/4/2019) di Alstay Hotel, Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Rumah Harapan Indonesia (RHI) cabang Semarang merayakan ulang tahunnya ke-2 pada Jumat (26/4/2019). Selama dua tahun berdiri, RHI cabang Semarang sudah mendampingi sebanyak 142 anak.

Inibaru.id – Rumah Harapan Indonesia (RHI) Cabang Semarang melangsungkan perayaan ulang tahunnya yang ke-2 pada Jumat (26/4/2019). Bertempat di Allstay Hotel, Semarang, para sukarelawan beserta anak dampingan sekaligus keluarganya berkumpul.

Paling tidak, ada 30 anak dampingan yang hadir bersama keluarga masing-masing. Mereka mengawali acara tersebut dengan menerbangkan balon gas di ruangan. Kemudian mereka meniup lilin bersama dan seperti biasa, potong kue.

Memang sih acaranya normatif alias itu-itu saja. Namun, bila hadir di sana, kamu benar-benar merasakan kegembiraan yang paripurna bertemu raut-raut wajah ceria. Mereka adalah anak-anak yang sedang berjuang melawan penyakit beserta keluarga masing-masing.

Pelepasan balon sebagai tanda membuka acara Lantern Party RHI cabang Semarang, Jumat (26/4/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Yap, Rumah Harapan Indonesia Cabang Semarang merupakan rumah singgah bagi warga di luar Semarang yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit Semarang. Pengobatan yang kadang berlangsung lama membuat mereka nggak bisa langsung pulang karena rumahnya terlalu jauh.

Nah, hal inilah yang kemudian menginspirasi Valencia Mieke Randa mendirikan Rumah Harapan Indonesia. Dia lantas membantu para pasien dan keluarganya itu dengan menyediakan rumah singgah lengkap beserta fasilitas di dalamnya seperti tempat tidur, makanan, bahkan kebutuhan sekunder semacam popok, sabun, dsb.

Saat itu, Valencia kali pertama mendirikan RHI di Jakarta pada 2014. Rumah singgah besutannya ini lantas berkembang dan menyebar di Indonesia termasuk Semarang. Cabang Semarang ini termasuk yang paling muda di antara lima cabang yang saat ini ada.

Anak dampingan RHI cabang Semarang berkumpul untuk meniup lilin ulang tahun dalam perayaan ulang tahun ke-2, Jumat (26/4/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

"Kami rencananya akan membuka dua cabang lagi biar semakin banyak yang terbantu. Semoga waktunya disegerakan," ucap Valencia yang juga turut hadir dalam acara bertajuk Lantern Party itu.

Di Semarang, RHI dikoordintori Patrick Mianlo yang merupakan kerabat Valencia. Selama dua tahun berdiri, RHI cabang Semarang sudah mendampingi sebanyak 142 anak dari berbagai daerah di sekitar Jawa Tengah.

“Kami (cabang Semarang) memang fokusnya di Jawa Tengah. Kebanyakan itu dari Pantura. Ada yang dari Brebes, Pati, Jepara, Pekalongan,” ujar lelaki yang lebih akrab disapa Om Pi ini.

Eits, tapi jumlah anak dampingan itu nggak semuanya tinggal di RHI sampai sekarang ya, Millens. Mereka datang silih berganti setiap hari. Sebagai informasi, RHI hanya berkapasitas 18 tempat tidur.  

“Setiap bulan itu ada aja anak yang baru masuk baru. Walaupun kapasitas kami 18 tempat tidur saja tapi ya secara alami ada yang keluar, ada yang masuk gitu. Hari ini karena ada ulang tahun ya 30 anak yg tidur di RHI, dempet-dempetan. Kalau normal sih di atas 10, rata-rata 15 sampai 17 anak,” imbuhnya.

Salah seorang anak dampingan Muhammad Yazid Rabbani bersama ibunya Kerin Wijayanti. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Salah seorang keluarga anak dampingan Kerin Wijayanti mengaku senang dengan adanya RHI. Dia yang berasal dari Kudus merasa sangat terbantu.

“Saya sangat-sangat terbantu ya. Dulu kalau berobat dari Kudus naik motor, sehari langsung pulang. Pas pulang anak saya malah demam karena kena hujan dan lain sebagainya. Kalau sekarang ya sudah di RHI jadi setelah berobat di Kariadi, singgah di RHI dulu selama beberapa hari,” kata ibu dari anak dampingan bernama Yazid yang kini didiagnosis kekurangan hormon dan terkena CNF serta tokso.

Selamat ulang tahun RHI! Semoga semakin banyak orang yang bisa terbantu, ya. (Ida Fitriyah/E05)