Dua Orang di Semarang Meninggal Usai Gowes Pakai Masker, Benarkah Olahraga dengan Masker Berbahaya?

Dua Orang di Semarang Meninggal Usai Gowes Pakai Masker, Benarkah Olahraga dengan Masker Berbahaya?
Nggak ada yang salah jika berolahraga dengan masker. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Masker sudah seperti benda wajib yang harus selalu dipakai saat keluar rumah. Tapi, tersiar kabar ada dua orang warga Semarang meninggal gara-gara memakai masker ketika bersepeda. Duh, jadi was-was kan kalau begini? Yuk, simak penjelasan dokter Tim PSIS Semarang Alfan Nur Asyhar soal penggunaan masker saat berolahraga.

Inibaru.id - Beredar kabar ada dua orang warga Semarang yang meninggal karena berolahraga dengan memakai masker. Mengerikan ya? Hal itu membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyarankan masyarakat melepaskan masker ketika berolahraga. Tapi apa benar penggunaan masker saat berolahraga dapat menyebabkan kematian?

Dokter Tim PSIS Semarang Alfan Nur Asyhar memberikan penjelasan mengenai bagaimana seharusnya masker digunakan saat berolahraga.

dr Alfan Nur Asyhar menyarankan agar berolahraga dengan intensitas ringan selama pandemi dan tetap menggunakan masker. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
dr Alfan Nur Asyhar menyarankan agar berolahraga dengan intensitas ringan selama pandemi dan tetap menggunakan masker. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kata dr Alfan, nggak ada penelitian medis yang menyatakan jika masker berbahaya jika digunakan saat olahraga. Tapi, kalau sampai ada orang yang meninggal, kemungkinan besar orang tersebut memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Kalau itu mungkin karena ada infeksi saluran pernapasan, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung,” ujar dokter spesialis olahraga ini saat dihubungi pada Senin (22/6).

Menurut dr Alfan, nggak masalah jika seseorang berolahraga tanpa melepas masker. Pun, dia juga nggak melarang orang untuk melepasnya karena memang nggak nyaman. Tapi, ada hal yang perlu digarisbawahi, Millens.

“Kalau misalnya olahraga di tempat sepi ya dilepas saja nggak papa. Tapi kalau sekiranya ramai, ya harus dipakai,” ucapnya.

Selain pakai masker, dr Alfan meminta agar berjaga jarak maksimal 4 meter dari kerumunan orang. (Inibaru.id/ Triawanda Trita Aditya)<br>
Selain pakai masker, dr Alfan meminta agar berjaga jarak maksimal 4 meter dari kerumunan orang. (Inibaru.id/ Triawanda Trita Aditya)

Jangan sepelekan penggunaan masker saat sedang ramai ya. Kamu nggak akan bisa menduga kalau tiba-tiba ada orang yang batuk atau bersin. Karenanya, masker sangat penting. Memang rasanya bakalan sedikit nggak nyaman karena masker bisa mengurangi kadar oksigen dalam tubuh.

Tapi, ini cuma masalah kebiasaan kok. Kalau sudah terbiasa, tubuh nggak bakal "kaget". Selain memakai masker dr Alfan juga meminta untuk menjaga jarak maksimal 4 meter.

O ya, kalau kamu pengin tetap nyaman berolahraga dengan menggunakan masker, ada satu jenis masker yang cocok lo. Namanya Elevation Training Masker (ETM). Masker ini dimodifikasi untuk mengatur banyaknya udara yang masuk. Jadi, kamu nggak akan merasa sesak lagi. Sudah banyak yang menjualnya kok.

“Biasanya untuk melatih kapasitas aerobik atau kapasitas kadiovaskular respiration,” tambahnya.

Alternatif jenis masker lain yang bisa kamu pakai adalah masker medis. Sebab masker medis memiliki ventilasi udara yang lebih sesuai. Hindari jenis masker kain karena seratnya terlalu rapat sehingga mengganggu jalan keluar-masuknya udara. Tapi kalau cuma untuk berkegiatan sehari-hari, jenis masker ini sudah cukup.

“Apapun (jenis masker) tetap terapkan protokol kesehatan saat berolahraga. Seperti jaga jarak, bawa hand sanitizer, dan hati-hati juga saat membeli minum. Masker tadi entah lokasinya sepi atau ramai, selalu dibawa. Kita harus selalu jaga diri,” pungkasnya.

Kalau kamu lagi senang-senangnya menggowes, jangan lupa tetap bawa masker ya, Millens. (Audrian F/E05)