Dua Menteri dan Kepala BRIN Dilantik Jokowi, Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi

Dua Menteri dan Kepala BRIN Dilantik Jokowi, Bahlil Lahadalia Jadi Menteri Investasi
Pelantikan dua menteri dan Kepala BRIN oleh Jokowi. Salah satunya Bahlil Lahadalia yang jadi Menteri Investasi. (Youtube Sekretariat Presiden)

Dua menteri serta Kepala BRIN dilantik Jokowi pada Rabu (28/4/2021). Seperti apa ya tugas-tugas mereka nantinya di Kabinet Indonesia Maju?

Inibaru.id – Yang ditunggu-tunggu publik akhirnya kejadian juga hari ini, Rabu (28/4/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melantik dua menteri dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Nama baru yang menarik perhatian publik adalah Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia dilantik jadi Menteri Investasi. Jabatan ini kali pertama ada di Kabinet Indonesia Maju sebagai kelanjutan dari berubahnya nomenklatur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) jadi Kementerian Investasi. Sebelumnya, Bahlil menjabat sebagai Kepala BPKM Sejak Oktober 2019.

Nah, riwayat Bahlil sering jadi perbincangan banyak orang. Bagaimana nggak, dulu Bahlil sempat jadi sopir angkutan umum (angkot) hingga berjualan kue demi membiayai sekolahnya. Bahlil berjualan kue saat duduk di sekolah dasar, menjadi kondektur angkot saat SMP, dan jadi sopir angkot saat SMA.

Perjuangannya membawanya kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay di Papua. Setelah sempat bekerja di perusahaan, Bahlil kemudian membangun kantor konsultan yang bergerak di bidang keuangan dan IT. Setelah itu, lelaki yang lahir di Banda, Maluku Tengah pada 7 Agustus 1976 ini dikenal sebagai pengusaha di berbagai bidang.

Bahlil dikenal dekat dengan Jokowi sejak sebelum diangkat jadi Kepala BKPM. Saat Pilpres 2019, Bahlil juga masuk dalam tim kampanye Jokowi-Ma’ruf Amin. Saat itu, dia berposisi sebagai Direktur Penggalangan Pemilih Muda.

Di kementerian baru ini, Bahlil diminta Jokowi untuk memperlancar izin investasi dan memperhatikan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (Era.id)
Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (Era.id)

Jabatan Baru Tapi Lama bagi Nadiem Makarim

Bersamaan dengan pelantikan Bahlil sebagai Menteri Investasi, Nadiem Makarim juga dilantik Jokowi jadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sebelumnya, Nadiem menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sejak 23 Oktober 2020, menggantikan Muhadjir Effendy.

Kementerian “baru” ini adalah peleburan dari Kemendikbud dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Sebelumnya, Menristek dijabat oleh Bambang Brojonegoro.

Dengan tugas baru ini, Nadiem ingin perguruan tinggi di Indonesia bisa terdorong untuk mengembangkan riset-risetnya. Apalagi, kini mereka bisa melakukannya di satu pintu kementerian, nggak lagi terpisah seperti sebelumnya.

Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN. (English.cas.cn)
Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN. (English.cas.cn)

BRIN, Gagasan Lama Soekarno yang Terwujud

Yang menarik adalah pemisahan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dari Kemenristek. Pada 2019 lalu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri sempat menyuarakan pemisahan ini. Menurutnya, pemisahan ini bakal sesuai dengan gagasan Soekarno yang ingin adanya pembangunan berbasis inovasi di Indonesia.

Kepala BRIN yang juga dilantik bersamaan dengan Nadiem dan Bahlil adalah Laksana Tri Handoko. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pria yang dikenal sebagai ahli fisika ini pernah jadi pelajar yang ikut program OFP IV Kemenristek saat pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

BRIN bakal jadi lembaga negara yang langsung berada di bawah presiden. Nantinya, BRIN akan berperan dalam peningkatan kinerja lembaga-lembaga riset di Indonesia layaknya LIPI, Lapan, BPPT, dan lain-lain.

Gimana, Millens, optimistis dengan reshuffle kabinet yang dilakukan Jokowi kali ini? (Cnn/IB09/E05)