Dua Aksi Bullying Diproses Pihak Berwajib

Inibaru.id- Sepekan terakhir ini netizen dihebohkan dengan dua video perundungan (bullying) yang melihatkan dua sosok berbeda. Kasus pertama diduga dilakukan sebuah “geng” terhadap seorang anak SMP di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sementara, kasus lain melibatkan seorang mahasiswa berkebutuhan khusus di Universitas Gunadarma Depok, Jawa Barat. Kedua video itu viral di media sosial.

Dua Aksi Bullying Diproses Pihak Berwajib
995
View
Komentar

Inibaru.id - Sepekan terakhir ini netizen dihebohkan dengan dua video perundungan (bullying) yang melihatkan dua sosok berbeda. Kasus pertama diduga dilakukan sebuah “geng” terhadap seorang anak SMP di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sementara, kasus lain melibatkan seorang mahasiswa berkebutuhan khusus di Universitas Gunadarma Depok, Jawa Barat. Kedua video itu viral di media sosial.

Polisi membenarkan adanya aksi perundungan di Thamrin City. Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim mengatakan, aksi yang dilakukan sekelompok remaja terhadap seorang gadis berseragam SMP itu terjadi pada Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 13.30 WIB di lantai 3A Thamrin City.

Awal kejadian, korban yang berinisial SB terlibat adu mulut dengan seorang pelaku perempuan. Sehari berselang, korban dihadang sejumlah orang di dekat sekolahnya, kemudian diminta datang ke Thamrin City.

Begitu tiba di Thamrin City, teman se-geng pelaku sudah menunggunya. Kejadian berikutnya adalah sebagaimana terlihat di video yang tersebar luas di medsos. Mereka melingkari SB yang mengenakan pakaian putih-putih.

Seorang pelaku berbaju SMP kemudian menjambak dan menendang korban, diikuti pelaku lain. Tak berhenti sampai di situ, korban juga disuruh meminta maaf sekaligus mencium tangan dan kaki pelaku.

Masih menurut Mustakim, pihak korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Tanah Abang.

Berkebutuhan Khusus

Sementara di Universitas Gunadarma, seorang mahasiswa berkebutuhan khusus penderita autisme mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh sejumlah mahasiswa yang diduga merupakan teman sekampusnya.

Video yang diunggah pada Sabtu (15/7) malam itu mempertontonkan korban berinisial MF yang dikeroyok tiga pemuda tanggung di sebuah kampus. Korban mengenakan jaket abu-abu.

Seorang pelaku menarik tas ransel MF yang digendong di punggung, sehingga membuat korban tak bisa melangkah. Sedangkan dua pelaku lain berada di depan korban sembari tertawa dan mengolok-olok.

MF sempat melawan dengan menampik tangan pelaku yang menarik tas ranselnya. Dengan wajah menunduk, korban kemudian berjalan menembus kerumunan. Namun, di akhir video ia sempat melempar pelaku yang hendak mengejarnya dengan tong sampah.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Gunadarma mengaku akan mengusutnya hingga tuntas. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Irwan Bastian, menyatakan, ketiga pelaku telah meminta maaf kepada korban dan orang tuanya.

“Ketiganya mendatangi keluarga MF, untuk meminta maaf,” kata Irwan, Senin (17/7).

Kendati demikian, ketiga pelaku akan tetap menerima sanksi dari universitas, agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kampusnya. (IP/IB)