DPR Ngotot Ingin Bangun Gedung Baru, Begini Komentar Pedas Mahfud MD

Tanggapi wacana permintaan gedung DPR, Mahfud MD bilang 'Yang bilang miring itulah yang miring!'

DPR Ngotot Ingin Bangun Gedung Baru, Begini Komentar Pedas Mahfud MD
Mahfus MD. (Foto: suaradewan.com)

Inibaru.id - Para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih saja ngotot ingin dibuatkan gedung baru parlemen. Bahkan, mereka juga meminta pembangunan apartemen bagi para anggota dewan. Meskipun banyak mendapatkan komentar dan kritikan pedas dari berbagai lapisan masyarakat, mereka tetap yakin jika pembangunan gedung baru dan apartemen ini akan sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Menanggapi hal ini, ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, ikut angkat bicara soal klaim anggota dewan yang menyebutkan bahwa gedung DPR kini sudah miring dan dianggap berbahaya bagi para anggota dewan. Melalui akun twitter pribadinya @mohmahfudmd, Ia menanyakan data yang akurat atau bukti yang nyata yang mampu menunjukkan bahwa gedung DPR memang sudah miring dan berbahaya.

Lebih lanjut, Mahfud menyebutkan bahwa pimpinan gedung DPR yang menyebut gedung anggota dewan ini sudah miring adalah orang-orang yang miring dan kurang waras. “Berdasar hasil penelitian PU Gedung DPR tidak miring, yang bilang miring itulah yang miring”, begitu tuturnya.

Baca juga: Piawai Kelola Sampah Plastik, Walikota Risma Dipuji Pangeran Charles

Melalui akun twitternya juga, Mahfud secara tegas menyatakan ketidak-setujuannya dengan rencana pembangunan gedung DPR yang akan menelan biaya hingga Rp 5,7 triliun. Beliau pun mengingat kembali kasus yang sama pada tahun 2009 lalu saat anggota dewan juga berinisiatif untuk membangun gedung baru dengan biaya Rp 1,7 Triliun. “1,7 Triliun saja ditolak rakyat, apalagi yang 5,7 Triliun”, tulisnya.

Guru Besar Hukum Tata Negara sendiri menyebut gedung DPR masih dalam kondisi yang sangat bagus sehingga menganggap permintaan pembangunan gedung baru ini sangat tidakmasuk akal. Beliau sendiri menyebutkan bahwa meskipun DPR memiliki hak budget, pemerintah boleh menolak permintaan ini jika memang dianggap tidak perlu untuk dilakukan. Tak hanya gedung baru, pembangunan perpustakaan mewah juga tidak perlu dilakukan karena saat ini saja perpustakaan DPR sepi pengunjung.

Mengaku malas dengan tingkah polah para anggota DPR ini, namun Mahfud tetap tak setuju dengan pilihan pembubaran DPR. Menurut beliau, DPR yang buruk sekalipun masih diperlukan untuk menyeimbangkan pemerintahan.

Baca juga: Yakinlah, Najwa Shihab dan Metro TV Baik-baik Saja

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebutkan pentingnya pembangunan apartemen bagi para anggota dewan sebagai pengganti rumah jabatan yang sudah tersedia di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Menurut salah satu pentolan PKS ini, pembangunan apartemen ini tidak akan memakai uang kas negara melainkan dari anggaran swasta sehingga rakyat tidak perlu khawatir uangnya akan terpakai.

Dengan adanya apartemen baru, diharapkan anggota DPR tidak perlu melakukan perjalanan jarak jauh saat hendak berkantor. Tak hanya itu, adanya apartemen ini diharapkan juga bisa menghemat anggaran rumah dinas para anggota DPR.

Tidak semua anggota dewan ternyata setuju dengan pernyataan Fahri. Anggota Komisi XI DPR, Romahurmuzy justru menilai pembangunan gedung baru apalagi apartemen masih tidak diperlukan. Sementara itu, Kabiro Humas KPK bernama Febri Diansyah mengaku belum bisa berkomentar atas ide pembangunan gedung baru DPR ini. (AS/IB)