Dosen Ini Janjikan Nilai A Pada Mahasiswa yang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja

Dosen Ini Janjikan Nilai A Pada Mahasiswa yang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja
Ilustrasi - Demonstrasi tolak Omnibus Law di Semarang. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Nggak seperti biasanya, seorang dosen di Surabaya ini malah berjanji akan memberikan nilai A pada mahasiswanya yang ikut berdemo. Dirinya mengatakan demonstrasi baik sebagai sarana belajar mahasiswa.

Inibaru.id – Gelombang demonstrasi menolak UU Cipta Kerja terjadi di berbagai daerah. Berbagai lapisan masyarakat ikut tumpah ke jalan. Salah satu adalah terlibat adalah elemen mahasiswa. Menariknya, seorang dosen Universitas Wijaya Surabaya menjanjikan nilai A pada mahasiswa yang ikut demonstrasi.

Nggak seperti kebanyakan dosen, Umar Sholahudin memberikan pengumuman ini di akun Facebook pribadinya pada Rabu (7/10).

"Buat mahasiswa saya yang ikut demo Tolak UU Cilaka bersama buruh untuk mata kuliah Gersos & Pembangunan saya kasih nilai A #TolakUUCilaka," tulisnya.

Kiriman Umar di Facebook. (Facebook)
Kiriman Umar di Facebook. (Facebook)

Setelah dikonfirmasi, Umar membenarkan bahwa dirinya bakal memberikan nilai sempurna pada mahasiswanya pada mata kuliah gerakan sosial dan pembangunan jika bersedia mengikuti demonstrasi.

Menurutnya, ada dua alasan yang membuat mahasiswa harus turut menolak undang-undang ini. Pertama, Undang-undang tersebut akan berdampak pada mahasiswa setelah lulus dan bekerja.

"Omnibus law tidak hanya berdampak bagi buruh, tapi bagi elemen lainnya termasuk mahasiswa saat nanti dia bekerja," jelasnya.

Lalu yang kedua, berdemonstrasi menurutnya adalah sarana belajar yang tepat bagi mahasiswa sebagai agent of change.

"Dari pada hanya belajar di kelas atau daring, turun ke jalan menurut saya lebih efektif agar mereka ikut merasakan perjuangan rakyat," tambahnya.

Umar Sholahudin. (Ist)
Umar Sholahudin. (Ist)

Meski mendorong mahasiswa untuk ikut berdemo, namun dia tetap mengingatkan agar mereka tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak serta mengenakan masker.

Sebagai informasi, Kamis (8/10) siang ribuan massa memadati Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Gedung DPRD Jatim Jalan Indrapura, dan Kantor Gubernur Jawa Timur. Ribuan massa ini berasal dari golongan buruh, siswa serta mahasiswa yang datang dengan berjalan kaki maupun dengan kendaraan.

Demonstrasi dengan isu serupa juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. terpantau demonstrasi digelar mulai Rabu (7/10) hingga Jumat (9/10).

Kalau pengalamanmu ikut demonstrasi gimana nih, Millens? Didukung atau malah diberi nilai E nih sama dosen? Ha ha. (Kom/IB27/E05)