Domba versus Kambing, Mana yang Lebih Sehat?

Domba versus Kambing, Mana yang Lebih Sehat?
Kambing atau domba, mana yang lebih sehat? (Ternak.net via Tribun)

Mendekati Iduladha, ada perdebatan antara yang ingin berkurban kambing atau domba. Hm, terlepas dari ketentuan agama, kira-kira mana yang lebih sehat? daging kambing atau domba?

Inibaru.id – Meski sama-sama enak ketika diolah dengan cara yang benar, pernah nggak sih kamu bertanya-tanya mengenai mana daging yang lebih sehat? daging kambing atau domba?

Nah, mendekati musim kurban, barangkali kamu butuh informasi berikut untuk menentukan mau beli hewan kurban yang mana. Eits, sebelum itu, yuk pahami dulu perbedaan daging kambing dan domba terlebih dahulu.

Daging Kambing

Daging kambing merupakan salah satu daging merah paling populer di dunia. Kamu dengan mudah bisa membedakan mana daging kambing yang telah dikebiri dan yang nggak. Jadi, daging dari kambing yang dikebiri pada usia 6 sampai 9 bulan bakal bertekstur lebih lembut dan ringan.

Sebaliknya, daging dari kambing yang nggak dikebiri lebih alot dan lebih bau. Ternyata, jika dibanding dengan daging sapi dan babi, daging kambing dianggap lebih sehat. Daging kambing menyimpan kalori, lemak, dan kolesterol yang lebih rendah jika dibandingkan dengan semua daging merah, bahkan ayam!

Untuk menjaga kelembapan daging kambing, kamu harus mengolahnya dengan api kecil dan masak dalam waktu lama. Daging kambing cocok dibakar atau dipanggang.

Daging Domba

Daging domba paling laris di wilayah Amerika Serikat dan Inggris. Di kedua negara itu, sangat jarang ditemukan daging kambing. Perbedaan utama jenis daging domba adalah usianya. Domba muda disembelih ketika berusia satu tahun.

Perlu kamu tahu, warna daging domba yang makin gelap menunjukkan bahwa usia hewan itu semakin tua. Daging domba yang dihargai paling tinggi adalah “spring lamb”. Domba jenis ini lahir pada musim dingin dan dijual atau disembelih pada musim semi.  Jangan salah, makanan spring lamb adalah susu, bukannya rumput. Warna dagingnya merah muda pucat.

Nah, kalau domba dewasa, yang disembelih pada usia dua sampai tiga tahun, dinamakan “mutton”. Daging mutton berwarna merah tua. Bau dan rasanya lebih kuat.

Spring lamb minum susu. (Freepik)
Spring lamb minum susu. (Freepik)

Dibanding kambing, daging domba lebih berlemak. Jadi, kalau kamu nggak suka rasa lemak, sebaiknya hilangkan dulu sebelum diolah. Daging domba muda bisa diolah dengan cara dibakar, dipanggang, atau ditumis.

Jika kamu kebagian daging bagian pundak yang paling banyak lemak, sebaiknya masak dengan durasi yang lama. Cara masak ideal untuk daging “mutton” adalah dimasak lama atau dikukus agar daging menjadi lembut.

Perbandingan nutrisi antara daging kambing dan domba rupanya cukup signifikan, Millens. Dalam 100 gram daging, kalori dalam kambing adalah 143 kcal, sementara domba 258 kcal. Namun, protein daging kambing lebih tinggi, yakni 27,1 gram sedangkan domba 25,55 gram. Dalam 100 gram daging kambing mengandung 3,03 gram lemak total, sedangkan domba sebanyak 16,48 gram.

Lalu bagaimana kolesterolnya? Ternyata daging kambing mempunyai total 75 mg, sedangkan daging domba 93 mg. jadi jelas ya, kalau mau yang sedikit kolesterol dan tinggi protein, kamu bisa memilih daging kambing.

Tapi soal rasa, mana yang lebih kamu suka, Millens? (Ayo/IB21/E03)