Dokter Jiwa Sayangkan Aida Saskia Lakukan Prank Bunuh Diri Sebagai Candaan

Dokter Jiwa Sayangkan Aida Saskia Lakukan <em>Prank</em> Bunuh Diri Sebagai Candaan
Aida Saskia. (oranyenews.com)

Aida Saskia sempat menyiarkan secara langsung percobaan bunuh diri di media sosialnya. Namun hal ini ternyata prank alias iseng belaka. Dokter jiwa pun menyesalkan tindakan ini.

Inibaru.id – Selebritas Aida Saskia sempat menghebohkan media sosial karena menyiarkan secara langsung percobaan bunuh diri di media sosial Instagram. namun manajernya, Madi, menyebut tindakan Aida hanyalah iseng alias prank belaka.

Detik, Selasa (10/12) menulis, Madi menyebut ide awal dari prank ini berawal dari tim Aida.

“Yang nge-prank itu anak-anak, anak timnya (Aida), orang makeup,” terang Madi.

Meskipun sudah melakukan klarifikasi bahwa hal ini hanyalah prank, banyak dokter jiwa yang menyayangkan tindakan ini. Sebagai contoh, dr. Andri, SpKJ, FAPM yang merupakan pakar kesehatan jiwa dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera menyesalkan bunuh diri dijadikan sebagai  bahan candaan.

Hal ini dikarenakan stigma untuk orang dengan penyakit jiwa di Indonesia masih sangat kuat. Sedangkan prank yang dilakukan oleh Aida justru bisa merusak edukasi yang selama ini dilakukan.

“Kita kalangan praktisi kesehatan jiwa, teman-teman yang aktif di perkumpulan organisasi untuk pasien depresi, dan para penyintas bunuh diri pasti merasa sedih kalau melihat ada orang yang membuat candaan tentang bunuh diri,” tegas dr. Andri.

Dr. Andri menyebut selama ini telah banyak pihak yang berusaha untuk melakukan edukasi tentang gangguan kejiwaan di media sosial. Tujuannya tentu saja agar masyarakat lebih peduli dengan hal ini. Diharapkan edukasi ini bisa menekan kasus bunuh diri dan menolong orang yang memang membutuhkan bantuan.

Madi menyebut kondisi Aida baik-baik saja. Dia juga menyebut aksi Aida memicu kontroversi dan silang pendapat dari para warganet.

“Ya seperti itulah nge-prank-prank kan,” ucapnya.

Prank yang mengandung konten berbahaya bagi pelaku dan penontonnya harusnya nggak bisa dibenarkan ya, Millens! (IB09/E06)