Divonis Punah 23 Tahun Lalu, Anjing Lucu Ini Muncul di Papua

Kali terakhir terlihat sekitar 23 tahun silam, anjing super-langka ini muncul di Pegunungan Mandala, Papua, Indonesia

Divonis Punah 23 Tahun Lalu, Anjing Lucu Ini Muncul di Papua
Anjing Bernyanyi Papua Nugini yang kembali terlihat di Pegunungan Mandala, Papua Barat Indonesia. (Tom Hewitt/Adventure Alternative Borneo via Mongabay)

Inibaru.id – Anjing purba yang sempat dianggap punah kembali menampakkan diri di Papua, Indonesia. Anjing Bernyanyi Papua Nugini (New Guinea Singing Dog) atau Canis hallstromi baru-baru ini ditemukan sekelompok pendaki di Pegunungan Mandala, Papua Barat.

Sebagaimana dikabarkan Mongabay Indonesia, spesies ini kali terakhir terlihat sekitar 23 tahun silam. Ditemukan Biolog Charles Walter De Vis pada 1897, Canis hallstromi mulai menghilang sekitar tahun 1976, hingga dinyatakan punah tak lama kemudian.

Namun, pada 2005 dan 2012, sempat muncul foto keberadaan spesies superlangka ini. Sejak saat itu, para peneliti pun memutuskan mencari keberadaan anjing yang konon telah hidup sejak 6.000 tahun silam tersebut.

Baca juga:
Kurahing, Tupai Terkecil Dunia yang Tinggal di Pegunungan Meratus, Kalsel
Kecapi: Buah yang (Telah) Langka

Seorang pemandu pendakian, Tom Hewitt, mengatakan, dirinya menyaksikan keberadaan anjing tersebut dengan matanya sendiri. Anjing itu berwarna krem. Ia pun mengabadikannya dalam beberapa jepretan foto.

“Kami memandangnya selama sekitar 15 menit dan mereka pun melakukan hal yang sama. Mereka nampaknya sama ingin tahunya dengan kami. Mereka tidak gugup atau terlihat takut,” ungkap.

Dilansir dari Mongabay, konon masih ada sekitar 200 ekor anjing bernyanyi di dunia. Kendati demikian, para anjing biasanya dibesarkan sebagai hewan rumahan, bukan satwa liar. Sebagian spesies yang ada sering disebut “Shiba Inu”. Mereka juga sudah dianggap tidak ada lagi di habitat aslinya.

Diberitakan National Geographic, banyak ahli mengatakan bahwa spesies yang terlihat tersebut memang benar adanya. Pakar biologi James McIntyre mengatakan, anjing ini memang ada di tempat sebagaimana yang diduga. Pada 1996, James juga pernah berupaya mencari anjing bernyanyi tersebut.

Baca juga:
Tempat Asli Indonesia Ini Akan Membuat Kita Makin Bangga dengan Tanah Air
5 Titik Snorkeling Indonesia Rekomendasi Travel Blogger

Sementara, Kepala Guinea Singing Dog Conservation Society, Janive Koler Matznick, justru meragukan temuan Hewitt. Menurutnya, singing dog biasanya berwarna kemerahan atau hitam dan cokelat, meski tak menampik kemungkinan adanya mutasi gen di alam liar.

“Kendati ragu, saya berharap anjing dalam foto itu memang benar anjing bernyanyi Papua Nugini,” ungkapnya.

Suku-suku asli Papua yang menghormati anjing bernyanyi diyakini bisa menjadi mata rantai penting dalam konservasi satwa langka tersebut pada kemudian hari. (GIL/SA)