Ditutup Selama Pandemi, Gunung Bromo Jadi Lebih Asri dan Hijau

Ditutup Selama Pandemi, Gunung Bromo Jadi Lebih Asri dan Hijau
Gunung Bromo selama tutup pasca pandemi tampak lebih asri dan hijau. (Flickr/Krzysztof MarszaƂek)

Gunung Bromo termasuk dalam tempat wisata andalan Indonesia yang ditutup selama pandemi Covid-19. Ternyata, penutupan itu memberikan berkah tersendiri. Lanskapnya kini kembali asri, hijau dan menyegarkan mata.

Inibaru.id - Salah satu tempat wisata alam yang paling banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara adalah Gunung Bromo. Gunung yang terletak di Cemorolawang, Probolinggo, Jawa Timur itu menyajikan keindahan panorama alam spektakuler yang membuat orang tak bosan untuk sering mengunjunginya.

Daya tarik utama dari lokasi wisata dengan ketinggian 2.770 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini adalah pemandangan matahari terbit yang luar biasa. Selain itu, kamu juga bisa menikmati padang pasir, Gunung Batok, hingga hijaunya sabana.

Selama pandemi, Gunung Bromo ditutup. Tujuannya demi mencegah orang-orang berkerumun sehingga menurunkan risiko penularan virus. Hanya, pada akhir Agustus 2020 lalu, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dibuka kembali. Memang, pembukaan ini masih dengan berbagai batasan dan aturan demi menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Hal ini membuat jumlah pengunjung di Bromo dibatasi hanya 20 persen dari biasanya.

Himbauan di Instagram. (bbtbnbromotenggersemeru)<br>
Himbauan di Instagram. (bbtbnbromotenggersemeru)

Penutupan Gunung Bromo ternyata memberikan berkah tersendiri, lo, Millens. Kini, Gunung Bromo tampak lebih asri dan hijau. Munadi, salah seorang pemandu wisata setempat bahkan sampai mengungkapkan kekagumannya atas keindahan baru Gunung Bromo.

"Tapi sayang, kita tidak bisa naik ke kawah Bromo karena memang belum dibuka. Harapan kami, semoga pengunjung tetap bisa menikmati Gunung Bromo di masa pandemi ini sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan," harap Munadi Rabu (21/10/2020).

Hingga saat ini, pendakian ke kawah Bromo memang masih belum diperbolehkan. Selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembatasan kunjungan ini merupakan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Gunung Api (PVMBG) Pos Gunung Api (PGA) Cemorolawang agar masyarakat, pelaku jasa wisata, maupun pengunjung di sekitar Gunung Bromo tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Sejumlah lokasi di kawasan wisata Gunung Bromo kini menghijau setelah sebelumnya tandus. (Flickr/

Aditya Prabaswara)
Sejumlah lokasi di kawasan wisata Gunung Bromo kini menghijau setelah sebelumnya tandus. (Flickr/ Aditya Prabaswara)

"Untuk sahabat yang ingin berwisata ke kawasan Gunung Bromo dan sekitarnya juga diimbau mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas," tulis akun @bbtnbromotenggersemeru, Senin, (19/10).

Nah, kalau kamu tertarik pergi ke Bromo di masa pandemi ini. Bisa kok membeli tiketnya secara daring dulu. Belinya di bookingbromo.bromotenggersemeru.org. Ingat, di sana kini nggak melayani pembelian tiket secara langsung. Hal ini dilakukan demi memastikan protokol kesehatan benar-benar bisa diterapkah di tempat wisata tersebut.

Kapan ya kira-kira tempat wisata Gunung Bromo dan tempat wisata lainnya bisa dibuka dengan normal karena Indonesia sudah bebas pandemi, Millens? (Lip/IB28/E07)