Diterjang Angin Puting Beliung, BMKG Yogyakarta Minta Masyarakat Waspada

Yogyakarta diterjang angin puting beliung pada Selasa (24/4/2018) siang dan mengakibatkan puluhan rumah porak poranda. Setelah kejadian itu, BMKG Yogyakarta meminta warga untuk tetap waspada selama musim pancaroba yang berlangsung hingga akhir April.

Diterjang Angin Puting Beliung, BMKG Yogyakarta Minta Masyarakat Waspada
Yogyakarta diterjang puting beliung pada Selasa (24/4/2018). (Pinterest.com)

Inibaru.id – Angin puting beliung yang melanda sebagian wilayah di Yogyakarta pada Selasa (24/4/2018) mengakibatkan puluhan rumah rusak. Manajer Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta Danang Samsurizal mengungkapkan setidaknya ada 34 rumah warga di Kelurahan Sorowajan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta yang porak poranda akibat angin puting beliung tersebut.

Dwi Wayudiono, warga Sorowajan RT 02 RW 08 nggak menyangka angin yang berembus pada Selasa (24/4) siang itu akan menerbangkan seng-seng rumahnya. Tempo.co.id, Selasa (24/4), menulis, angin ini semula dianggap Dwi hanya angin biasa menjelang hujan tapi angin itu semakin besar dan cepat melaju.

Baca juga:
Lebih dari 300 Juta Kartu Prabayar Lolos Registrasi
Menang Besar, Liverpool Belum Tentu Lolos ke Final Liga Champions 2018

Selain merobohkan rumah, angin puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kendati nggak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, beberapa warga mengaku masih takut bila angin puting beliung kembali datang sewaktu-waktu. 

Menanggapi kejadian tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menjelaskan angin puting beliung itu disebabkan oleh aktivitas awan konvektif yang sangat aktif di wilayah DIY. Awan konvektif seperti cumulonimbus mendorong terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang dan petir. Awan jenis ini biasanya terbentuk pada musim pancaroba.

“Hasil dari pengamatan radar cuaca tadi (menunjukkan) potensi munculnya cuaca ekstrem di berbagai tempat. BMKG sudah memprediksi dan membuat peringatan dini,” papar Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta Djoko Budiyono, Merdeka.com, Selasa (24/4).

Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama masa pancaroba yang diperkirakan berlangsung hingga akhir April nanti. Jika ada awan yang sangat gelap, warga disarankan untuk menjauh atau menyelamatkan diri.

Baca juga:
Dua Siswa SMP di Bantaeng Resmi Menikah
Terbukti Korupsi, Setnov Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Selain mengimbau warga, BMKG juga membocorkan sejumlah wilayah yang menjadi titik potensi angin kencang. Wilayah-wilayah tersebut di antaranya Kecamatan Prambanan dan Berbah di Kota Yogyakarta; Kecamatan Piyungan, Banguntapan, Sewon, Dlingo, Imogiri, Pleret, Jetis, Bantul, dan Pundong di Kabupaten Bantul; serta Kecamatan Patuk, Playen, Wonosari, Karangmojo, dan Ponjong di Kabupaten Gunung Kidul.

Sobat Millens, kamu juga harus waspada ya bila menjumpai awan gelap baik di rumah, di kantor, ataupun di jalan. Bila menemukan awan gelap seperti itu, segera berlindung atau menyelamatkan diri ke tempat yang aman. (IB15/E04)