Diterjang Banjir Bandang, 330 Keluarga di Solok Selatan Mengungsi

Diterjang Banjir Bandang, 330 Keluarga di Solok Selatan Mengungsi
Banjir bandang di Kabupaten Solok Selatan. (Antara Foto/Muhammad Arif Pribadi)

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, membuat 330 keluarga mengungsi. Puluhan rumah terendam dan berbagai fasilitas umum seperti jalan dan jembatan rusak parah.

Inibaru.id – Bencana banjir bandang yang menimpa Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat menyebabkan 330 keluarga terpaksa mengungsi. Salah satu tempat yang menjadi tujuan para pengungsi adalah Balai Adat Nagari Pakan Rabaa yang ada di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Detik, Selasa (26/11/19) menulis, banjir bandang terjadi pada Senin (25/11) malam dan menerjang 9 Nagari di Empat kecamatan yang ada di Kabupaten Solok Selatan.

“Kalau pengungsi, hitungan saya dengan Pak Walinagari tadi ada 330 kepala keluarga yang mengungsi,” ucap Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Reno Susi Sandra.

Beberapa tempat lain yang dijadikan pengungsian adalah di wilayah Pasir Panjang, Sapan Salak, dan Sapan Batu.

"Kesulitan utama kami saat ini, bantuan-bantuan untuk kebutuhan pokok masih sangat minim sehingga air minum pun harus kami beli sendiri,” lanjut Reno.

Minimnya bantuan ini juga disebabkan oleh dampak dari bencana banjir bandang yang membuat akses transportasi ke wilayah tersebut tertutup tumpukan lumpur dan longsor. Jalan yang menghubungkan Padang dan Kabupaten Solok Selatan bahkan dilaporkan terputus.

“Kami juga kekurangan kebutuhan bayi. Di sini ada 20 bayi dan balita yang memerlukan makanan, popok dan obat-obatan,” terangnya.

Kabag Humas Pemda Kabupaten Solok Selatan, Firdaus Firman menyebut ketinggian air saat banjir bandang menerjang mencapai 1 meter dengan arus yang sangat deras dan disertai oleh lumpur. Dia juga menyebut 924 rumah terendam. Sekitar 2.959 jiwa terdampak bencana ini. Masyarakat juga masih khawatir dengan adanya kemungkinan bencana banjir susulan mengingat di wilayah tersebut cuaca masih kurang bersahabat.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah mengerahkan tim untuk membantu para korban, termasuk dalam hal melakukan pendataan.

Memasuki musim hujan, semoga nggak ada lagi bencana serupa ya, Millens? (IB09).