Diperingatkan Ganjar karena Nyanyi Tanpa Masker, Calwakot Semarang Petahana Siap Dihukum

Diperingatkan Ganjar karena Nyanyi Tanpa Masker, Calwakot Semarang Petahana Siap Dihukum
Hendi kepergok nyanyi tanpa masker. (Inibaru.id/ Audrian F)

Beberapa hari lalu, beredar video Walikota Semarang Hendrar Prihadi sedang nyanyi tanpa masker. Dia pun meminta maaf atas kejadian tersebut dan siap menerima hukuman apabila hal itu salah.

Inibaru.id - Sebuah video Hendrar Prihadi yang sedang bernyanyi tanpa masker sempat tersebar di media sosial beberapa waktu lalu. Nggak lama, video peserta Pilwakot Semarang 2020 tersebut viral setelah diunggah akun Twitter bernama @FaisalBasari.

Alhamdulillh Corona sudah hilang dr Kota Semarang. Terimakasih pak walikota @hendrarprihadi sdh menghibur kami semua dgn bernyanyi riang gembira,” tulis Faisal, yang segera mendapat ribuan komentar dari masyarakat Kota Semarang.

Video dalam Twitter @FaisalBasari. (VideoFaisalBasari)<br>
Video dalam Twitter @FaisalBasari. (VideoFaisalBasari)

Menyadari keteledoran yang dilakukannya tersebut, petahana dalam kontestasi Pilkada 2020 Kota Semarang itu pun mencoba mengklarifikasi. Hendi, sapaan akrabnya, mengatakan, saat itu berada di tengah tim pemenangannya untuk memberi motivasi, konsolidasi, dan training.

"Iya, memang benar itu saya. Hari itu saya ada tiga acara. Kalau yang nyanyi-nyanyi itu saat acara pertama sekitar pukul 19.00-an malam," kata politikus PDI-P tersebut, Minggu (19/10/2020).

Hendi berdalih, acara itu hanya dihadiri tim internal, nggak lebih dari 50 orang, dan nggak mengundang masyarakat. Nah, sembari menunggu peserta lain, dia mengaku diminta naik ke atas panggung karena acara juga diselingi dengan hiburan.

Dapat Peringatan dari Ganjar

Ganjar tegur Hendi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar tegur Hendi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung merespons dengan memberi peringatan secara langsung. Menurutnya, bagaimana pun kondisinya, kepala daerah harus memberi contoh pelaksanaan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Ganjar juga mengingatkan, sebagaimana pada kasus Bupati Blora, jangan sampai kejadian semacam itu terulang kembali.

"Sama dengan di Blora. Mari, kasih contoh yang baik. Pak Wali (Hendi) saya kontak, kata dia kejadiannya cuma sebentar dan pendek. Dia bilang, minta maaf . Tapi, karena tidak pakai (masker) dan ada yang merekam, ya jangan kasih contoh yang buruk," tegasnya.

Terkait kejadian tersebut, Hendi pun meminta maaf kepada warga Semarang dan mengaku siap dihukum jika tindakannya itu memang dianggap salah.

Nggak hanya pejabat pemerintah, siapa pun yang ada di muka publik memang wajib memberi contoh bagi masyarakat. Kalau memang melakukan kekeliruan, ya sudah benar kalau meminta maaf. Ehm, maafin nggak ya? Ha-ha. (IB28/E03)