Dipergoki Gubernur, Ini Alasan Peternak Buang Limbah Babi di Bengawan Solo

Dipergoki Gubernur, Ini Alasan Peternak Buang Limbah Babi di Bengawan Solo
Ganjar Saat sidak ke peternakan babi. (Humah Prov jateng)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemukan pengusaha nakal yang membuang limbah peternakan babi ke aliran Sungai Bengawan Solo. Hal ini dilakukan oleh pengusaha dengan alasan…

Inibaru.id – Bengawan solo, sungai dengan aliran terpanjang di Indonesia ini memang ikonik. Sayangnya ada saja ulah nakal beberapa oknum yang mengancam keberlangsungan ekosistem di Bengawan Solo. Baru-baru ini para peternak babi di kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah kedapatan membuang limbah kotoran hewan ke sungai.

Aksi mereka ini dipergoki oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat sidak ke beberapa peternakan babi. Salah satu peternak beralasan belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL)

“Mohon maaf Pak, saya mengaku salah soalnya belum punya IPAL,” aku Haryanto, seorang peternak babi kepada Ganjar.

Ganjar saat sidak di aliran Sungai bengawan Solo. (SUARA Jateng)
Ganjar saat sidak di aliran Sungai bengawan Solo. (SUARA Jateng)

Nyatanya nggak cuma kotoran babi yang dibuang ke sungai. Bangkai babi juga ikut "dilarung" ke sungai. Duh! 

“Tadi saya lihat genjik-nya (anak babi) mengambang di sungai. Itu jangan! Maka peternak ini perlu pembinaan agar bisnisnya tetap jalan. Tapi pencemarannya tidak dilakukan,”ungkap Ganjar.

Selain limbah dan bangkai babi, Ganjar juga menemukan pipa siluman di dekat Sungai Sroyo. Pipa tersebut milik perusahaan yang langsung membuang limbah ke sungai sehingga menimbulkan bau yang cukup pekat.

Putret Bengawan Solo saat tercemat limbah. (Suara Banyuurip)
Putret Bengawan Solo saat tercemat limbah. (Suara Banyuurip)

“Tadi ada satu yang belum memperbaiki, terus saya minta ke perusahaan, ya jangan pakai pipa siluman. Dia mengelak, tapi saya sudah melihat secara langsung di lapangan. Mereka berjanji akan memperbaiki lagi besok dan saya minta laporannya setiap hari,” tandas Ganjar.

Tahun lalu, sang gubernur juga telah menegur pengusaha ciu di Karanganyar yang menuang limbah ke sungai. Alhasil ada komitmen bersama yang ditandatangani pada Desember 2019 lalu. Kali ini, Ganjar kembali menyidak perusahaan tersebut meskipun belum mencapai akhir tahun.

Meski belum ada tindakan hukum, dia mengingatkan agar segera memperbaiki dan mematuhi komitmen bersama untuk perbaikan IPAL yang sudah ditandatangani bersama.

Selain merusak ekosistem, membuang limbah ciu dan peternakan babi tentu membuat resah masyarakat di sepanjang aliran sungai yang legendaris ini ya, Millens! (IDN/IB27/E05)