Dinkes Tanggapi Imbauan RSUD Syariah di Tangerang

Dinkes Tanggapi Imbauan RSUD Syariah di Tangerang
Papan pengumuman mengenai peraturan penunggu pasien di RSUD Tangerang. (Megapolitan.kompas.com)

Dipisahkannya bangsal perempuan dan laki-laki di RS sudah biasa. Tapi peraturan RS satu ini yang mengharuskan penunggu pasien sakit adalah mahramnya mungkin terdengar nggak biasa. Adalah RSUD Kota Tangerang yang menerapkan prinsip syariah yang bikin geger warganet.

Inibaru.id - Viralnya imbauan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang agar pasien dijaga oleh mahramnya, menggelitik warganet beberapa waktu lalu. Hal ini ditanggapi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi. Dia mengatakan prinsip syariah di RSUD Kota Tangerang dilakukan demi kenyamanan pasien.

Seperti yang dikutip dari Kompas (10/6), mengatakan aturan ini bersifat fleksibel. "Ini sifatnya universal, pinginnya kan pasien yang dirawat ini sesuai gender, ini kan hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," kata Liza.

Dalam penuturannya, Liza memberikan contoh diperbolehkannya anak perempuan yang menunggui anggota keluarga laki-lakinya yang sakit. Hal ini dierbolehkan karena ketiadaan anggota keluarga laki-laki yang lain.

Nggak hanya itu, dia juga menuturkan dalam keadaan darurat peraturan ini bisa bersifat lentur. Selain itu, perawat yang akan bertugas akan disesuaikan dengan gender pasien agar pasien lebih merasa nyaman. “(Kalau) dokter yang ada, karena dokter jumlahnya sedikit dan terbatas ‘kan,” tuturnya. Bangsal perempuan dan laki-laki di RS ini juga terpisah layaknya rumah sakit yang lain.

Walaupun menerapkan prinsip syariah, RSUD Kota Tangerang tetap menjalankan palayanan kesehatan bagi pasien sebagai prinsip utama. RS ini berhasil meraih sertifikasi Rumah Sakit Syariah diluar provinsi Aceh dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Maret lalu. Semoga peraturan ini nggak mengurangi prinsip utama pelayanan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang ada ya, Millens! (IB27/E05)