Dianggap Menghina Azan, Ganjar Beri Klarifikasi

Beberapa waktu yang lalu Ganjar menjadi sorotan masyarakat karena dianggap melecehkan agama lewat puisi yang dibacakannya. Begini klarifikasi Ganjar.

Dianggap Menghina Azan, Ganjar Beri Klarifikasi
Ganjar Pranowo dianggap melecehkan agama. (Wartakota.co)

Inibaru.id – Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dianggap melecehkan azan setelah membacakan sebuah puisi di salah satu program televisi. Salah satu bait pada puisi yang dibacakan itu dinilai menyudutkan salah satu kaum. Bait tersebut berbunyi: Kau ini bagaimana. Kau bilang Tuhan sangat dekat. Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat.

Seusai dibacakan Ganjar, bait tersebut viral di media sosial. Pelbagai komentar dari warganet pun muncul seiring dengan isu tersebut. Bahkan ada salah seorang warganet yang menyebut Ganjar dungu karena bait itu.

Menanggapi isu tersebut, Ganjar mengaku puisi itu bukan ciptaannya. Laki-laki yang terkenal dengan rambut putihnya itu mengatakan puisi tersebut merupakan puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang lebih akrab disebut Gus Mus.

"Ini menarik, lah ketika saya membawakan puisi tersebut, ya aman aman saja, nggak ada yang protes. Puisi ini juga sudah dibaca puluhan orang kok, mulai dari santri sampai menteri," kata Ganjar, seperti ditulis Kompas.com, Minggu (8/4/2018).

Puisi yang berjudul "Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana" memang diketahui berisi kritikan Gus Mus kepada pemimpin saat itu. Puisi yang dibuat 1987 itu malah dinilai memiliki pesan moral yang bagus dan nggak ada unsur SARA.

"Puisi bagus gitu kok. Mosok kemudian saya melecehkan. Edan po, lah wong pasangan saya aja Gus, putra Kiai. Itu orang yang bilang saya dungu sudah minta maaf,” lanjut Ganjar.

Atas kasus tersebut, Ganjar meminta masyarakat agar nggak gampang terprovokasi isu SARA dan tetap menjaga kerukunan. Dia juga mengajak masyarakat untuk melakukan tabayyun (klarifikasi) kepada orang yang bersangkutan agar nggak salah paham.

Nah, betul tuh, Millens. Sebagai anak muda yang mengaku kekinian, kamu sudah nggak seharusnya terprovokasi dengan berita-berita hoaks. Ingat, klarifikasi informasi dulu ya sebelum mengomentari atau menyebarkan suatu berita ya. (IB07/E04)